Breaking News:

Petugas Layanan Bus Transjakarta Tewas Dibacok Begal di Cakung, Ini Cerita Sedih Sang Istri

Sigit meninggal dunia lantaran kehabisan darah karena menderita luka bacok yang cukup dalam.

Warta Kota/ Muhamad Fajar Riyandanu
Rahmawati, istri korban saat ditemui di rumahnya di Jalan Balai Rakyat RT 09/RW 11, Cakung Timur, Jakarta Timur pada Rabu (27/10/2021), siang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA --  Rahmawati (30), istri dari Sigit Priantono (34), korban begal hingga tewas di Jalan Raya Bekasi Kilometer 26, Ujung Menteng, Jakarta Timur, menceritakan kronologis dari pertistiwa berdarah yang terjadi pada Senin (25/10/2021) dini hari. 

Sebelum berganti hari, tepatnya pada Minggu (24/10/2021), Sigit bersama sang istri masih berdagang siomay di sekitar rumahnya di Jalan Balai Rakyat RT 09/RW 11, Cakung Timur, Jakarta Timur. Mereka berjualan hingga pukul 21.30 WIB. 

Menurut Rahmawati, selepas magrib, Sigit menerima pesan singkat terkait jadwal masuk kerja. Pesan itu menuliskan bahwa Sigit dijadwalkan masuk pada Senin (25/10/2021) pagi. Sigit bekerja sebagai Petugas Layanan Bus (PLB) Transjakarta. 

Usai mendapat pesan tersebut, Sigit segera mempersiapkan keperluan untuk esok hari. Sigit biasanya menggunakan motor jenis Megapro untuk menuju tempat kerja. Namun pada hari itu, sepeda motor milik Sigit mengalami masalah mesin. 

Baca juga: Hendak Berangkat Kerja, Ayah Dua Anak Tewas Dibegal Dengan Usus Terburai

Baca juga: Begini Cerita Ojol Pesanan Karyawati Basarnas yang Dibacok Begal hingga Tewas di Kemayoran

Kemudian, Sigit menghampiri kakak kandungnya pukul 21.30 WIB untuk meminjam sepeda motor Vespa. "Motor dia aslinya Megapro cuma tangkinya rembes sama rantainya kendur, takut putus kalau dibawa kenceng, biasanya pakai motor ibu saya, karena dia masuk pagi, kita kompromi kalau pinjem motor ibu saya paginya motor itu dipakai buat belanja ke pasar," kata Rahmawati saat ditemui di rumahnya pada Rabu (27/10/2021), siang. 

Usai mendapat motor Vespa milik sang kakak, Sigit pun pulang. Sekira pukul 23.30 WIB, Sigit meminta izin kepada Rahmawati untuk mengisi bensin ke SPBU yang letaknya tak jauh dari Halte Transjakarta Ujung Menteng.

"Izin keluar rumah karena mau isi bensin, takutnya kalau kalau ngisi pagi malah kena macet, dia izin jam 23.30 WIB," jelas Rahmawati. 

Rahmawati yang sebelumnya sudah tertidur, terbangun pada 03.00 WIB. "Pukul 03.00 WIB kok belum pulang, saat itu saya sedang merapikan baju almarhum yang sering dipakai untuk kerja, kebetulan belum disetrika pakaiannya buat kerja pagi berangkatnya pukul 05.00 WIB," sambungnya. 

Baca juga: Nunggu Ojol, Wanita 22 Tahun Tewas Dibacok Begal di Kemayoran

Lebih lanjut, Rahmawati terus berupaya menghubungi Sigit melalui pesan WhatsApp (WA), namun hanya ceklis satu atau tidak terkirim. Tak berselang lama dari pesan WA yang ia kirim ke Sigit, sejumlah teman korban menghampiri Rahmawati di rumahnya. 

"Gak lama saya WhatsApp, istri temannya korban datang kerumah dan bilang 'kak Sigit dibegal di Ujung Menteng' trus saya minta nomer temannya yang ada di rumah sakit," sambung Rahmawati. Sekira pukul 04.00 WIB, Rahmawati telah sampai di RS Ananda. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved