Berita Video
VIDEO Cerita Pedagang Sate Kobra, Pernah Disembur Ular Hingga Mata Bengkak
Biasanya, para penikmat daging kobra, ingin pula mengkonsumsi empedu kobra yang disebut lebih bermanfaat daripada dagingnya.
Penulis: RafzanjaniSimanjorang | Editor: Ahmad Sabran
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Bagi anda pecinta kuliner ekstrim, mungkin sudah terbiasa jika mendengar pasar Tomohon, yang berada di Manado.
Pasar Tomohon memang gudangnya kuliner ektrim, baik itu ular, kelelawar, tikus panggang, anjing dan lainnya.
Usut punya usut, Jakarta juga punya lokasi yang menjajakan kuliner ektrim yaitu sate kobra.
Sate kobra dapat ditemukan di Jalan Mangga Besar, Kota Jakarta Barat.
Salah satunya warung tenda penjual sate kobra tersebut bernama Cobra 34 (PAIS).
Jika memiliki adrenalin tinggi, penikmat dapat pula menikmati menu lainnya seperti darah empedu kobra, empedu kering, atau sop ular kobra.
Ada pula menu lain yang mesti dipesan jauh-jauh hari oleh pelanggan seperti Kalong, atau kelinci dan lainnya.
Cobra 34 ini buka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB.
Harganya pun cukup terjangkau dari Rp.30.000 (sate seporsi) hingga Rp.100.000 (sate+darah+sumsum ular).
Proses pembuatannya pun cukup menegangkan.
Bagaimana tidak, ular paling berbisa tersebut di ambil oleh si penjual dalam keadaan hidup, lalu dieksekusi dengan teknik tertentu, lalu di olah menjadi sate.
Daging kobra sendiri dipercaya bisa memberikan banyak manfaat seperti mengobati penyakit kulit, mempercantik wajah dll.
Biasanya, para penikmat daging kobra, ingin pula mengkonsumsi empedu kobra yang disebut lebih bermanfaat daripada dagingnya.
Warta Kota pun berkesempatan mewawancarai Erik Sanjaya, yang bekerja menjual sate kobra.
"Awalnya, ada yang ngajak teman. Ya udah, kami jalanin. Dulu memang langsung sate kobra. Dulu tidak mikir-mikir jualan sate kobra. Karena saya tinggal di kampung, biasa berkebun dan menemukan ular. Dari situ sudah terbiasa dengan ular," ujar pria kelahiran Bogor, Jawa Barat ini, Sabtu (22/10/2021).