Virus Corona
Jokowi: Lebih Baik Tidak Bepergian ke Mana-mana Saat Natal dan Tahun Baru
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, libur Nataru menyebabkan peningkatan penyebaran Covid-19 yang tidak kecil.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh kepala daerah mengatur libur Natal dan tahun baru (Nataru), agar tak menimbulkan peningkatan kerumunan dan mobilitas masyarakat.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, libur Nataru menyebabkan peningkatan penyebaran Covid-19 yang tidak kecil.
"Saya minta betul-betul agar dikelola, diatur, sehingga Natal dan tahun baru ini berjalan dengan tidak ada kerumunan," ujar Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (26/10/2021).
Baca juga: Status Bebas Zona Merah Covid-19 di Indonesia Masih Bertahan, Oranye Juga Nihil, Kuning Ada 504
Berdasarkan hasil survei, ada 19,9 juta orang yang berniat mudik pada momen libur tersebut.
Menurut Presiden, jumlah yang tidak sedikit itu harus diantisipasi oleh semua provinsi, kabupaten, dan kota.
"Inilah yang harus kita antisipasi, semua provinsi, semua kabupaten dan kota harus mengingatkan warganya agar Natal dan tahun baru ini lebih baik tidak bepergian ke mana-mana," pinta Presiden.
Baca juga: Tak Cuma Pesawat, Pemerintah Juga Bakal Wajibkan Tes PCR untuk Penumpang Moda Transportasi Lain
Oleh karena itu, seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memiliki peranan yang sangat penting dalam menyosialisasikan hal tersebut.
Terutama, untuk mengantisipasi kemungkinan gelombang ketiga yang tidak diharapkan.
"Kita harapkan Natal dan tahun baru bisa kita kelola dengan baik, karena hampir semua epidemiolog takut bahwa yang memicu gelombang ketiga nanti ada di Natal dan tahun baru."
Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Bertambah Jadi 10, Terbanyak di Bengkulu
"Saya harapkan semuanya dirancang, direncanakan secara detail sesuai dengan kondisi masyarakat setempat, menghargai norma-norma yang ada."
"Tetapi sekali lagi, tetap sesuai dengan protokol kesehatan dengan gas dan rem yang dinamis, selalu waspada, siap siaga, cepat bertindak, itu yang terus harus kita jaga," bebernya.
Kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini sebanyak 13.554 orang per 25 Oktober 2021, dan sebanyak 143.235 orang meninggal.
Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 25 Oktober 2021, dikutip TribunTangerang dari laman Covid19.go.id:
DKI JAKARTA
Jumlah Kasus: 860.962 (20.3%)
JAWA BARAT
Jumlah Kasus: 705.155 (16.6%)
JAWA TENGAH
Jumlah Kasus: 484.621 (11.4%)
JAWA TIMUR
Jumlah Kasus: 397.857 (9.4%)
KALIMANTAN TIMUR
Jumlah Kasus: 157.828 (3.7%)
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jumlah Kasus: 155.669 (3.7%)
BANTEN
Jumlah Kasus: 132.195 (3.1%)
RIAU
Jumlah Kasus: 128.382 (3.0%)
BALI
Jumlah Kasus: 113.731 (2.7%)
SULAWESI SELATAN
Jumlah Kasus: 109.576 (2.6%)
SUMATERA UTARA
Jumlah Kasus: 105.751 (2.5%)
SUMATERA BARAT
Jumlah Kasus: 89.737 (2.1%)
KALIMANTAN SELATAN
Jumlah Kasus: 69.781 (1.6%)
NUSA TENGGARA TIMUR
Jumlah Kasus: 63.508 (1.5%)
SUMATERA SELATAN
Jumlah Kasus: 59.838 (1.4%)
KEPULAUAN RIAU
Jumlah Kasus: 53.827 (1.3%)
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Jumlah Kasus: 51.927 (1.2%)
LAMPUNG
Jumlah Kasus: 49.509 (1.2%)
SULAWESI TENGAH
Jumlah Kasus: 46.947 (1.1%)
KALIMANTAN TENGAH
Jumlah Kasus: 45.508 (1.1%)
KALIMANTAN BARAT
Jumlah Kasus: 40.985 (1.0%)
ACEH
Jumlah Kasus: 38.286 (0.9%)
KALIMANTAN UTARA
Jumlah Kasus: 35.715 (0.8%)
SULAWESI UTARA
Jumlah Kasus: 34.582 (0.8%)
PAPUA
Jumlah Kasus: 34.142 (0.8%)
JAMBI
Jumlah Kasus: 29.734 (0.7%)
NUSA TENGGARA BARAT
Jumlah Kasus: 27.683 (0.7%)
BENGKULU
Jumlah Kasus: 23.084 (0.5%)
PAPUA BARAT
Jumlah Kasus: 23.081 (0.5%)
SULAWESI TENGGARA
Jumlah Kasus: 20.118 (0.5%)
MALUKU
Jumlah Kasus: 14.566 (0.3%)
SULAWESI BARAT
Jumlah Kasus: 12.309 (0.3%)
MALUKU UTARA
Jumlah Kasus: 12.059 (0.3%)
GORONTALO
Jumlah Kasus: 11.798 (0.3%). (Taufik Ismail)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jokowi-perpanjang-ppkm-level-4.jpg)