Breaking News:

LRT Kecelakaan, Roy Suryo Sindir Kereta Cepat Kecebong Tak Usah Ada Saja

Peristiwa itu diduga karena kelalaian dari masinis. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

istimewa
Bor raksasa yang didatangkan dari Zhanghuabang Wharf, Shanghai Tiongkok, bakal mempercepat proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), Rabu (27/3) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kecelakaan kereta Light Rapid Transit atau Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek di Munjul, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021), terjadi saat diujicoba.

Peristiwa itu diduga karena kelalaian dari masinis. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Kecelakaan itu juga menjadi perhatian mantan Menpora Roy Suryo yang juga mantan politikus Partai Demokrat. 

Dalam cuitannya di twitter yang juga dikirimkan ke Wartakotalive.com, Senin sore, karena kecelakaan LRT di Cibubur ini, Roy menyindir proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang disebutnya Kecebong, atau singkatan dari kereta cepat bohong-bohongan.

Baca juga: KNKT Turun Tangan Investigasi Kecelakaan LRT di Cibubur

Baca juga: Kecelakaan LRT di Cibubur, PT INKA: Seorang Masinis Terluka dan Trauma

Baca juga: Kecelakaan LRT di Cibubur, PT Adhi Karya: Ranah INKA dan KAI

"Astaghfirullah, Ini belum diresmikan sdh Tabrakan, Untung belum ada Penumpangnya.
Coba bayangkan kalau LRT saja yg tabrakan sdh bahaya begini, apalagi jika KECEBONG (KEreta CEpat BOhoNG-bohongan) yg 'katanya' Halim-Padalarang 45 menit (?) Moga2 tidak (usah ada, maksudnya). AMBYAR," kata Roy.

Sementara itu PT INKA memastikan tak ada korban jiwa akibat kecelakaan Lintas Rel Terpadu (LRT) di Munjul, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021). Namun satu masinis di dalam rangkaian mengalami luka ringan dan trauma.

Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro mengatakan bahwa saat ini kecelakaan tersebut tengah diinvestigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Masinis luka ringan saat ini di rumah sakit, kondisi sadar sehingga langkah selanjutnya saat ini KNKT datang lakukan proses investigasi," tutur Budi dalam konferensi pers yang disiarkan Senin (25/10/2021).

Kata Budi, di dalam rangkaian LRT itu hanya ada satu awak yakni masinis. Uji coba itu memang rutin dilakukan minimal satu kali sehari.

Sementara itu uji coba katanya dilakukan hanya jarak pendek yakni sekira satu kilometer (km) per-uji coba.

Saat ini pihak KNKT masih menginvestigasi kecelakaan yang terjadi pukul 13.00 WIB.
Namun diduga kecelakaan terjadi karena human error karena kecepatan kereta yang terlalu cepat.

Light Rapid Transit (LRT) atau Lintas Rel Terpadu mengalami kecelakaan di lintasan jalur rel Cibubur-Cawang yang terletak di bawah jalan Tol Jagorawi KM 12, Munjul, Cipayung, pada Senin (25/10/2021), siang. 

Menurut kesaksian seorang warga bernama Eman Sulaeman, kejadian terjadi sekira pukul 12.30 WIB. "Bunyi tabrakannya lumayan keras, 'Der..' gitu,' kata Sulaeman saat ditemui di pinggir jalan Tol Jagorawi KM 12 pada Senin (25/10/2021), siang. 

Laki-laki yang tinggal Yankes AD, Kelurahan Munjul ini menambahkan, saat peristiwa kecelakaan terjadi, ia sedang berada di bawah jur rel tempat kecelakaan terjadi. 

Masih menurut Eman, pasca kecelakaan, ia tidak melihat adanya penumpang yang keluar dari gerbong-gerbong kereta.(bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved