Breaking News:

Pemulihan Ekonomi Masa Pandemi dengan Pemberdayaan Pekerja Perempuan

"Peningkatan kesadaran tentang peran perempuan dan perlindungan perempuan dalam angkatan kerja menjadi sangat penting

Editor: Ahmad Sabran
istimewa
Direktur Jendral Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Suhartono 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pekerja perempuan adalah kelompok yang rentan selama pandemi.

Dibutuhkan kebijakan untuk memberikan perlindungan pemberdayaan kepada perempuan dalam angkatan kerja untuk mendukung pemulihan ekonomi selama masa pandemi.

Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kementerian Ketenagakerjaan, Suhartono mengatakan, diperlukan langkah-langkah untuk meningkatkan peran dan perlindungan angkatan kerja perempuan dalam memulihkan perekonomian di masa pandemi.  

"Peningkatan kesadaran tentang peran perempuan dan perlindungan perempuan dalam angkatan kerja menjadi sangat penting, mengingat perempuan merupakan salah satu kelompok rentan yang perlu ditingkatkan peran dan perlindungannya," ujarnya seperti dikutip dari keterangannya, Rabu (20/10/2021).

Menurut laporan ILO, pekerja perempuan di kawasan Asia-Pasifik telah terkena dampak krisis secara tidak proporsional, yaitu, kehilangan pekerjaan yang lebih besar daripada laki-laki.

Baca juga: Akhir Pekan Ini Taman Margasatwa Ragunan Kembali Buka, Ini Syarat Masuknya

Sebagian besar perempuan di kawasan Asia-Pasifik bekerja di sektor-sektor yang sangat terpengaruh oleh krisis.

Menurut ILO, 297 juta perempuan bekerja di sektor berisiko tinggi pada tahun 2019 di Asia dan Pasifik, setara dengan 43,3 persen pekerjaan perempuan.

Sementara itu berdasarkan survei tenaga kerja nasional, kondisi pasar tenaga kerja di Indonesia saat ini mengalami pelemahan.

Penyerapan tenaga kerja di pasar tenaga kerja turut mengalami penurunan. Diperkirakan 2.228.561 pekerja kehilangan pekerjaan dan tingkat pengangguran meningkat sekitar 1,32 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Untuk itu dibutuhkan rumusan untuk memberdayakan dan melindungi tenaga kerja perempuan yang menjadi semakin rentan selama krisis pandemi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved