Breaking News:

Info Baznas

Baznas Dorong Pemanfaatan Digitalisasi Zakat Secara Optimal

Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pengelola zakat terkait penghimpunan melalui media digital.

Editor: Ichwan Chasani
Dok. Baznas
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar Workshop Digitalisasi Zakat dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021 yang diselenggarakan secara virtual dan live di kanal YouTube Baznas TV. 

WARTAKOTALIVE.COM — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendorong peningkatan kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi Lembaga Amil Zakat atau Organisasi Pengelola Zakat dalam pemanfaatan digitalisasi untuk zakat agar lebih optimal.

Untuk itu, Baznas terus berupaya memberi kemudahan bagi masyarakat melalui Zakat Online Baznas.

Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan Baznas RI Rizaludin Kurniawan saat membuka Workshop Digitalisasi Zakat dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021 yang diselenggarakan secara virtual dan live di kanal YouTube Baznas TV.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Selasa (19/10/2021) dan Kamis (21/10/2021). Turut hadir sebagai pembicara pada hari pertama diantaranya; Direktur Baznas RI M. Arifin Purwakananta, Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Ita Rulina S.E., MM, Senior Content Writer Kitabisa.com Nova Zakia.

Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pengelola zakat terkait penghimpunan melalui media digital dan sekaligus memberikan wahana berbagi kiat dalam penerapan platform zakat digital.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar Workshop Digitalisasi Zakat dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021 yang diselenggarakan secara virtual dan live di kanal YouTube Baznas TV.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar Workshop Digitalisasi Zakat dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021 yang diselenggarakan secara virtual dan live di kanal YouTube Baznas TV. (Dok. Baznas)

Dalam sambutannya, Pimpinan Baznas RI Rizaludin Kurniawan mengatakan, pentingnya bagi setiap organisasi/LAZ agar melakukan adaptasi di era digital.

"Perlu adanya culture shifting diantara kita, jangan sampai ada kekagetan dan bagaimana kita bisa mengintegrasikan antara offline dan online ini," ujarnya.

Menurutnya, banyak sekali organisasi pengelola zakat yang melahirkan teknologi crowdfunding tetapi tidak sedikit yang tutup.

"Kenapa bisa begitu? karena ada prasyarat juga yang harus dilakukan kalau kita masuk ke wilayah digital diantaranya prasyarat terkait, SDM, dana, dan kontennya. Bagaimana bisa memadukan divisi program dan penyaluran yang bagus dan menarik," ungkapnya.

"Semoga melalui workshop ini dapat melahirkan ide-ide kreatif ke depan, karena sangat disayangkan apabila aktivitas ZIS ini tidak masuk kedalam industri digital. Semoga acara ini berkah dan menambah pengetahuan bagi kita semua," kata Rizal.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved