Pilpres 2024
Siap Maju Jadi Capres 2024, Muhaimin Iskandar: Itu Tantangan
Menurutnya, Pilpres 2024 menjadi tantangan baginya untuk maju sebagai capres.
Gus Jazil menyatakan, Gus Muhaimin memiliki track record panjang dan sangat mumpuni sebagai pemimpin bangsa.
Selain sebagai ketum parpol yang terbukti berhasil mengangkat perolehan suara parpol pada Pemilu 2019 lalu, Gus Muhaimin juga pernah menjadi menteri, wakil ketua DPR dan Wakil Ketua MPR, serta memiliki trah kepemimpinan nasional.
Pasangan Prabowo-Muhaimin Bisa Terjadi di Pilpres 2024
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) senang mendengar kabar kemungkinan Prabowo Subianto kembali maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.
Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan, kepastian bakal majunya kembali ketua umum Partai Gerindra itu sebagai capres untuk ketiga kalinya, membuat arah politik semakin terpetakan.
”PKB senang kalau Pak Prabowo nyapres lagi."
Baca juga: Dituding Benny K Harman Pakai Pola Pikir Adolf Hitler, Yusril: Masih Untung Saya Enggak Dijuluki PKI
"Setidaknya kami dapat mengukur keadaan dari pengalaman yang lalu,” kata Jazilul Fawaid kepada wartawan, Selasa (12/10/2021).
PKB bahkan menyatakan bukan hal yang mustahil untuk menjalin koalisi dengan Partai Gerindra.
”Terbuka koalisi PKB dengan Gerindra, namun pelan-pelan harus disusun agenda dan figur yang diharapkan rakyat,” ujar Gus Jazil, sapaan akrabnya.
Baca juga: Libur Maulid Nabi Digeser Jadi 20 Oktober 2021 Gara-gara Covid-19, Cuti Natal Tak Ada
Mengenai wacana mengusung Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) sebagai capres, Gus Jazil mengatakan memang benar ada keinginan dari para kader dan pengurus DPC maupun DPW PKB.
Yakni, agar pada Pilpres 2024 mendatang PKB bisa mengusung Gus Muhaimin sebagai capres.
Namun, secara kebijakan partai belum ada keputusan final.
Baca juga: Sebagian Bekas Pegawai yang Dipecat KPK Terima Tawaran Jadi ASN Polri
Sebab, PKB tidak mungkin mengusung capres sendiri tanpa berkoalisi dengan parpol lain.
Karena itu, PKB membuka semua kemungkinan untuk berkomunikasi dengan parpol lain, termasuk nantinya membicarakan pasangan capres maupun cawapres.
”Pasangan Muhaimin–Prabowo mungkin atau Prabowo–Muhaimin dapat saja terjadi."
Baca juga: Bekas Wali Kota Tanjungbalai Bilang Penyidik KPK yang Tangani Kasusnya Kelompok Taliban
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/muhaimin-doa.jpg)