Persija Jakarta

Hargai Profesi Sebagai Pemain Sepak Bola, Maman Abdurrahman Tidak Mau Main-main Saat Jalani Latihan

Maman Aburahman menjadi salah seorang pemain penting Persija Jakarta di kompetisi Liga 1 2021.

Penulis: Sigit Nugroho | Editor: Sigit Nugroho
persija.id
Bek senior Maman Abdurrahman sedang berlatih hadapi seri 2 Liga 1 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Maman Aburahman menjadi salah seorang pemain penting Persija Jakarta di kompetisi Liga 1 2021.

Di usianya yang sudah mencapai 39 tahun, Maman masih mampu bersaing dengan pemain muda dari internal tim atau pemain dari tim lain.

Mantan pemain Persita Tangerang dan Srwijaya FC itu tampil rutin sebagai starter sekaligus kapten tim dalam tiga pertandingan terakhir yang dilalui Persija.

Tak berhenti sampai di situ, kinerjanya bahkan sangat diapresiasi oleh Pelatih Persija Jakarta, Angelo Alessio.

Meski diapresiasi Angelo, Maman menilai bahwa timnya belum sesuai dengan yang diinginkan tim pelatih.

"Secara tim belum sesuai dengan yang diinginkan pelatih. Tetapi, dari petandingan ke pertandingan ada beberapa hal positif yang terlihat," kata Maman dikutip dari persija.id.

Baca juga: Jelang Lawan Persela Lamongan, Bek Persija Jakarta Maman Abdurrahman: Tiga Poin Harga Mati Buat Kami

Baca juga: Maman Abdurrahman: Kami Sepakat Pertandingan Lawan Persela Adalah Awal Kebangkitan Persija

Baca juga: Kehadiran Dua Anak Membuat Bek Persija Jakarta Maman Abdurrahman Semangat Menjalani Latihan Mandiri

"Pelatih sudah menganalisa pertandingan kami dan dia bilang ada hal positif yang diinginkan sudah muncul. Tetapi, belum semuanya. Kami akan mencoba mengikuti taktik dan strateginya," ujar Maman.

Saat ini, Persija diisi banyak pemain junior.

Maman menilai bahwa interaksi antara pemain muda dan senior di Persija berjalan baik.

"Saya merasakan di lapangan sudah enak. Sebagai pemain senior, saya harus bisa mengayomi mereka. Bbagaimana saya bisa berinteraksi ke mereka," ucap Maman.

"Saya pribadi harus bisa bergaul dengan mereka. Kalau mereka masuk ke saya mereka akan sungkan dan jatuhnya tak ada komunikasi nantinya. Kalau saya yang datang akan lebih baik," terang Maman.

"Tindakan seperti itu bukan hanya saya saja. Semua pemain senior punya pikiran yang sama. Maka terjadilah chemistry yang bagus," kata Maman.

"Sebagai pemain senior, kami tidak mau sekadar dihormati dan disegenai. Bercanda ya bercanda. Ngecengin tidak apa-apa. Kami tak akan marah. Yang penting mereka punya respect sama kami. Attitude mereka pun bagus. Saya senang karena pemain-pemain muda mau dikasih tahu," tutur Maman.

Selain itu, Maman memiliki motivasi yang tinggi meski sudah tidak lagi muda.

"Soal motivasi, saya kerja di sepak bola maka saya harus hargai profesi saya. Kalau saya malas-malasan artinya saya tak menghargai profesi. Jadi latihan di lapangan saya harus serius. Itu cara saya menghargai profesi. Saya pun tidak pernah bercanda saat latihan," papar Maman.

Untuk menjaga kebugaran fisik, Maman rajin berlatih fisik sendiri.

"Latihan privat fisik tidak pernah. Jika libur agak panjang pasti bikin latihan sendiri. Sekadar joging atau push up," imbuh Maman.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved