Breaking News:

Info BPJS Kesehatan

Di Usia Senja, Syafei Dapat Jalani Operasi Katarak Berkat Program JKN-KIS

Syafei merasa, selama dirinya mendapatkan pelayanan di rumah sakit, ia tidak menemukan kendala apapun. 

Editor: Ichwan Chasani
Dok. BPJS Kesehatan
Syafei, pensiunan PNS yang tinggal di Ciomas, Bogor, menceritakan bahwa keluarga dan kerabatnya sudah banyak yang tertolong dengan adanya Program JKN-KIS. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG — Di tengah kebutuhan ekonomi yang semakin tinggi, banyak masyarakat yang menganggap sektor kesehatan menjadi layanan yang dianggap mewah untuk didapat.

Terutama masyarakat yang berada di wilayah pedalaman dengan keterbatasan fasilitas. Mereka lebih memilih pengobatan tradisional atau alternatif untuk mengobati keluhan penyakit.

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi pria paruh baya asal Ciomas, Syafei (85). Di usianya yang sudah tidak muda lagi, ia masih berusaha menjaga kesehatan agar tetap bisa beraktivitas.

Ditemui di Klinik Mata dr. Hasri Ainun Habibie, pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini sedang antre untuk kontrol mata operasi kataraknya.

“Saya sudah 2x menjalani operasi katarak untuk kedua mata di Klinik Mata dr Hasri Ainun Habibie dengan menggunakan JKN-KIS. Karena sudah tua pengelihatan mulai terganggu dan berobat ke Puskesmas Ciomas, lalu mendapat rujukan untuk operasi katarak dikedua mata saya," kata Syafei.

Ia mengaku, sebelumnya sudah lebih dulu melakukan tindakan operasi pada mata kanannya itu dan kali ini, ia sedang menunggu untuk menjalani tindakan operasi di sebelah kirinya.

Syafei merasa, selama dirinya mendapatkan pelayanan di rumah sakit, ia tidak menemukan kendala apapun. 

"Sebulan yang lalu sudah operasi untuk mata sebelah kanan, sekarang sudah ada jadwal untuk operasi mata sebelah kiri. Alhamdulillah lancar dan alur pelayanan baik, saya tidak merasa dipersulit untuk berobat. Di klinik sini banyak yang berobat maupun tindakan operasi menggunakan Program JKN-KIS,” ujar Syafei, baru-baru ini.

Selain dirinya, Syafei menceritakan bahwa keluarga dan kerabat sudah banyak tertolong dengan adanya Program JKN-KIS.

Biaya yang timbul tidak ditanggung pribadi melainkan ditanggung penuh oleh pemerintah melalui program tersebut.

Dilihat dari antrean loket pasien dengan menggunakan jaminan Program JKN-KIS lebih banyak, ia menyimpulkan sebagian besar pasien yang berobat adalah peserta JKN-KIS

Bersukurnya ia karena ada Program JKN-KIS yang sudah menjamin operasi katarak di kedua matanya. Ia berharap untuk keberlangsungan Program JKN-KIS, semakin banyak yang tertolong dengan adanya program ini termasuk dirinya.

“Saya ngobrol dengan beberapa pasien di sini dan mereka memanfaatkan Program JKN-KIS untuk berobat. Banyak yang menggantungkan biaya pengobatan ditanggung program ini, makanya saya berharap agar program ini terus berlangsung. Termasuk saya yang bersyukur karena tindakan operasi katarak kedua mata saya dapat ditanggung Program JKN-KIS sampai kontrol dan obat-obatan tidak ada yang saya bayar dengan uang pribadi sepeser pun, alhamdulillah,” tutup Syafei.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved