Pilkades Serentak

DICIDUK, Dua Oknum Polisi Terlibat Politik Uang Pilkades Serentak Tangerang

Sebanyak dua orang oknum polisi diduga telah terlibat dalam kasus politik uang pada Pilkades serentak di Kabupaten Tangerang, Banten.

Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
Dua oknum polisi yang terlibat politik uang berinisial SU (40) dan SO (43) berpangkat Bripka berdinas di Satuan Brimob Polda Metro Jaya. Foto ilustrasi: Warga memberikan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 13 di Desa Sukanagara, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Minggu (10/10/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG -- Pilkades Serentak di Kabupaten Tangerang sempat mengalami penundaan dua kali akibat pandemi Covid-19.

Semestinya Pilkades serentak di Kabupaten Tangerang jatuh pada 4 Juli 2021, namun Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memutuskan menunda karena diterapkannya kebijakan PPKM.

Keputusan itu didapat setelah Zaki menggelar rapat dengan seluruh unsur Forkopimda, camat, sekretaris daerah, kadinkes dan kepala puskesmas di Kabupaten Tangerang, Kamis (24/6/2021).

Pilkades serentak  kembali ditunda berdasarkan Instruksi Mendagri dan hasil Rapat Forkopimda Kabupaten Tangerang.

Keputusan penundaan Pilkades serentak tersebut didasarkan dari Instruksi Mendagri nomor 114/3417/BPD, tanggal 27 Juli 2021 tentang penundaan pelaksanaan Pilkades serentak dan pergantian antar waktu pada masa perpanjangan penerapan PPKM  level 4, 3, 2 dan 1.

Dan pada Minggu (10/10/2021) kemarin akhirnya Pilkades Serentak Kabupaten Tangerang digelar di 77 desa.

Baca juga: Panitia Pilkades Percayakan Pihak UNIS Tangerang Sebagai Tim Independen Tes Kemampuan Calon Kades

Sementara itu Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro mengungkapkan, sebanyak dua orang oknum anggota kepolisian diduga telah terlibat dalam kasus politik uang (money politic) pada pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Tangerang, Banten.

Kedua oknum polisi yang terlibat politik uang tersebut berinisial SU (40) dan SO (43), keduanya berpangkat Bripka yang berdinas di Satuan Brimob Polda Metro Jaya.

"Ya benar, ada dua oknum polisi. Sekarang sudah dilimpahkan kasusnya ke Satbrimob Polda Metro untuk diporses pelanggarannya," ucap Kapolres Wahyu melalui pesan singkatnya di Tangerang, Senin (11/10/2021).

Ia menyebutkan,  saat ini pihaknya telah menyerahkan kasus pelanggaran yang dilakukan oleh kedua oknum aparat itu ke asal satuan mereka bertugas untuk diproses lebih lanjut.

Baca juga: Pilkades Serentak Kabupaten Tangerang, Seperti Ini Sosok Pimpinan Diharapkan Wakil Bupati Mad Romli

Baca juga: Jelang Pilkades Serentak 2021, Pemerintah Kabupaten Tangerang: Patuhi Protokol Kesehatan

"Akan diproses secara lidik dan sidik pastinya," katanya.

Sebelumnya dari informasi yang didapat, bahwa pada Sabtu (9/10/2021) sekitar pukul 13.00 WIB petugas patroli dari Polsek Panongan mengamankan kedua oknum posisi yang sedang mengawal tim sukses salah satu calon Kades di Desa Ranca Kelapa, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Selain itu pada pengamanan tersebut, juga diketahui ada sejumlah orang sedang membagi-bagi uang kepada warga sekitar agar memilih calon Kades tersebut.

Selanjutnya,petugas dari Polsek Panongan pun langsung mengamankan sejumlah kelompok orang dan oknum polisi itu ke Mapolresta Tangerang untuk kepentingan penyelidikan.

Baca juga: Jangan Sampai Jadi Klaster Baru, Pilkades Serentak 4 April 2021 Ini Tiru Pelaksanaan Pilkades 2020

Sementara, pada pelaksanaan Pilkades serentak di 77 desa di Kabupaten Tangerang sudah digelar pada Minggu (10/10/2021) lalu, dan kini proses Pilkades tersebut sudah memasuki tahapan pemungutan jumlah surat suara. (Antaranews)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved