Kamis, 11 Juni 2026

Pemilu 2024

Pemilu 2024, Survei Terbaru: Empat Besar Parpol Makin Kompetitif, PSI Jadi Kuda Hitam

IndEX Research menyebutkan, empat besar partai politik makin kompetitif dan Partai Solidaritas Indonesia berpeluang menjadi kuda hitam.

Tayang:
Twitter @infojakarta
Peneliti indEX Research Hendri Kurniawan dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (7/10/2021), menyebutkan, peta kekuatan empat besar partai politik makin merata. PSI bisa menjadi kuda hitam. Foto ilustrasi: Giring Ganesha eks vokalis Nidji muncul di sebuah baliho besar bertuliskan 'Giring Untuk Presiden 2024'. 

Poros berikutnya adalah Golkar yang menjagokan ketua umumnya, Airlangga Hartarto.

Hanya saja menurut dia elektabilitas Airlangga masih sangat rendah.

"Golkar tampak sedang menjajaki koalisi dan mencari figur dengan elektabilitas yang tinggi," ucap Hendri.

Di luar kubu pemerintah, kata Hendri, poros oposisi potensial digalang oleh Demokrat.

Partai ini akan mengusung ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai peserta Pilpres 2024.

Baca juga: Pemilu 2024, Anggota DPR: Parpol adalah Corong Masyarakat Sampaikan Aspirasi, Baik atau Buruk

Selain itu, kata dia, dengan menggaet figur lain dan koalisi untuk memenuhi presidential threshold (ambang batas presiden).

Parpol-parpol papan tengah berpeluang menjadi mitra koalisi dari ketiga poros tersebut. PKB memimpin dengan elektabilitas 5,8 persen, disusul PSI dengan 5,2 persen, dan PKS sebesar 5,0 persen.

"PSI memantapkan diri di atas parliamentary threshold (ambang batas parlemen) 4 persen," kata Hendri.

Berikutnya, NasDem (3,8 persen), PPP (2,3 persen), dan PAN (1,3 persen).

Selain itu, ada dua parpol baru, Partai Ummat (1,5 persen) dan Gelora (1,1 persen), yang memiliki basis pendukung dari pecahan PKS dan PAN.

Baca juga: Pemilu 2024, KPU: Pemanfaatan Teknologi di Setiap Tahapan Pemilu Harus Didukung Undang-Undang

Sisanya, parpol papan bawah dengan raihan elektabilitas di bawah 1 persen, atau kecil peluangnya bisa lolos ambang batas parlemen jika memperhitungkan margin of error, yaitu Hanura (0,8 persen), Perindo (0,7 persen), PBB (0,5 persen), Berkarya (0,3 persen), PKPI (0,2 persen), dan Garuda (0,1 persen).

Ia menyebut parpol baru Masyumi Reborn nihil dukungan. Belakangan, kata dia, bermunculan parpol-parpol baru lainnya. Akan tetapi, secara keseluruhan hanya didukung 0,8 persen.

Sisanya, konstituen menyatakan tidak tahu/tidak jawab (19,6 persen). Survei Index Research dilakukan pada tanggal 21—30 September 2021 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia

Survei dilakukan melalui telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018.

Baca juga: Pemilu 2024, KPU Lakukan Kajian Usulan Pemerintah Gelar Pemungutan Suara pada 15 Mei

Margin of error plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Antaranews)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved