Senin, 27 April 2026

Kabar Duka

KABAR Duka, Abdullah Lahay Wartawan Perintis Provinsi Gorontalo Meninggal Dunia di Klender Jaktim

Abdullah Lahay wartawan perintis Provinsi Gorontalo meninggal di Klender Jakarta Timur karena sakit. Kenapa namanya tak masuk dalam tugu Gorontalo.

Editor: Suprapto
PWI Peduli untuk Wartakotalive.com
Abdullah Lahay wartawan perintis Provinsi Gorontalo meninggal di Klender Jakarta Timur karena sakit. Kenapa namanya tak masuk dalam tugu Gorontalo. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Abdullah Lahay sebagai wartawan tidak diragukan lagi pengabdiannya di bidang organisasi profesi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Lahay yang akrab disapa Bang Dullah di lingkaran komunitas Gorontalo, kini telah pergi mendahului kita untuk selamanya.

“Dia merupakan wartawan senior yang pernah menjadi Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya,” kata Abdul Ghofur, sahabat dekat Abdullah Lahay yang sama-sama pernah bekerja sebagai wartawan di Harian Terbit.

Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari merasa kehilangan atas meninggalnya Bang Dullah yang dia kenal sebagai wartawan yang menulis dengan baik dan memberi keteladanan bagi wartawan lainnya.

Baca juga: KABAR DUKA, Pendiri PDI Perjuangan Sabam Sirait Meninggal Dunia di Usia 85 Tahun

“Saya sering membaca tulisan-tulisannya, terutama yang berkaitan dengan perkembangan Gorontalo,” kata Atal dalam siaran pers PWI Peduli yang diterima Wartakotalive.com.

Dedikasi almarhum dalam dunia wartawan patut diacungi jempol. Hingga akhir hayat Bang Dullah masih sebagai wartawan.

Abdul Ghofur menceritakan banyak kenangan bersama Bang Dullah, sewaktu aktif di Harian Terbit.

“Beliau sebagai redaktur, sementara saya sebagai wartawan di DPR,” ujar Ghofur yang juga menulis kenangannya bersama almarhum di akun Facebook-nya.

Ghofur menerima kabar dari WhatsApp Grup mantan Harian Terbit, Bang Dullah meninggal Minggu, 3 Oktober 2021 Pukul 07.30 di kediamannya Jalan Delima 3/60 Klender, Jakarta Timur, karena sakit.

Kabar duka itu menyebar cepat di grup-grup WhatsApp dan media sosial kalangan wartawan. Banyak wartawan yang turut berbela sungkawa atas kepergian Bang Dullah.

Kehilangan

Wartawan senior yang merasa kehilangan dan turut mendoakan itu antara lain Ilham Bintang (Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat), Marah Sakti Siregar, Mahmud Marhaba, Eko Pamuji, Rony Simon, Suprapto, AR Loebis, Hermansyah, Datiz van Datu, Gunawan Setiadi, Mohammad Nasir, dan Karim Paputungan.

Ghofur menuturkan, ketika masih bekerja dengan Bang Dullah, saat itu bertepatan dengan pemekaran dan pembentukan Provinsi Gorontalo.

Bang Dullah berperan dalam pembentukan opini publik, terutama agar maksud awal dibentuknya Provinsi Gorontalo mendapatkan dukungan masyarakat luas.

Apalagi pemekaran itu mendapat hambatan, bukan saja dari kelompok masyarakat yang tidak setuju, tapi juga beberapa tokoh daerah di pusat ikut-ikut menentang.

Sebagai peliput di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ghofur memiliki akses dengan Komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved