Senin, 11 Mei 2026

SDA DKI Gerebek Lumpur di Saluran Peninggalan Kolonial Belanda

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melakukan gerebek lumpur di saluran peninggalan kolonial Belanda, Kali Mookervaart.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
istimewa
Petugas Dinas SDA DKI dan Sudin SDA Jakarta Barat sedang mengeruk sedimen lumpur di Kali Mookervaart, Jakarta Barat pada Sabtu (2/10/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melakukan gerebek lumpur di saluran peninggalan kolonial Belanda, Kali Mookervaart.

Saluran yang menghubungkan Kali Angke dengan Cisadane ini sedimen lumpurnya dikeruk untuk menambah kapasitas air menjelang musim hujan.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan, gerebek lumpur di Kali Mookevart pada Sabtu (2/10/2021) ini untuk membantu menurunkan muka air banjir dan mengurangi genangan di wilayah permukiman di sisi Kali Mookevart.

Baca juga: VIDEO Kali Mookervart Surut Setelah Sempat Banjir, MUncul Endapan Lumpur dan Sampah

Daerah yang sangat dipengaruhi oleh Kali Mookevart adalah Semanan, Rawa Buaya, Duri Kosambi dan Kalideres.

Kata dia, secara aktual kondisi saat ini Kali Mookevart hanya bisa menampung debit maksimal 91,37 meter kubik per detik.

Angka ini lebih rendah dari debit desain Kali Mookevart, sehingga diperlukan pengerukan untuk mengembalikan Kali Mookevart ke kondisi desain yaitu 125 meter kubik per detik.

Baca juga: VIDEO Kelurahan Rawa Buaya Jakarta Barat Kebanjiran Gara-gara Kali Mookervart Meluap, 12 RT Terendam

“Saat ini Sudin SDA Jakarta Barat menargetkan Kali Mookevart segmen Jalan Semanan hingga Cengkareng Drain untuk dilakukan pengerukan lumpur sedalam satu meter dengan panjang 4,4 km. Volume lumpur (yang dikeruk) diperkirakan 154.000 meter kubik,” kata Yusmada berdasarkan keterangannya pada Sabtu (2/10/2021).

Yusmada mengatakan, pengerukan akan dilakukan dalam tiga segmen selama 129 hari kerja. Pada segmen pertama, dilakukan di ruas Semanan-Daan Mogot City sepanjang 950 meter persegi. Pada tahap ini proyek dikerjakan selama 28 hari dari 2-30 Oktober 2021.

Kemudian pada segmen kedua, pengerukan dilakukan dari Daan Mogot City-JORR sepanjang 1.600 meter persegi.

Proyek ini dikerjakan selama 37 hari dari 31 Oktober sampai 6 Desember 2021.

Terakhir, segmen ketiga dari JORR-Cengkareng Drain sepanjang 1.850 meter persegi. Pada tahap ini, pengerjaan dilakukan selama 64 hari dari tanggal 7 Desember sampai 6 Februari 2022.

“Program Gerebek Lumpur Kali Mookevart dimulai pada hari Sabtu, 2 Oktober 2021, dengan jumlah personel yang diturunkan sebanyak 415 orang dan menggunakan 10 unit alat berat, serta 30 unit dump truck,” jelasnya.

Yusmada mengatakan, gerebek lumpur di Kali Mookevart ini merupakan kolaborasi antar instansi di bawah Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, seperti Suku Dinas SDA Jakarta Barat dibantu Suku Dinas Lingkungan Hidup (UPK Badan Air), Suku Dinas Bina Marga, Suku Dinas Pertamanan, Suku Dinas Perhubungan, Satpol PP dan PPSU kecamatan/kelurahan.

Selain di Kali Mookevart, program gerebek lumpur/kerja bakti secara manual juga dilakukan di saluran penghubung (phb) RW 01 Semanan.

Tujuan utama kerja bakti ini adalah melancarkan akses aliran menuju kolam olakan pompa RW 01 Semanan dan mempercepat waktu pengeringan di wilayah RW 01 Semanan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved