Breaking News:

Virus Corona

WASPADA Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19, Begini Prediksi Ahli Virus dan Cara Mengantisipasinya

Mahardika mengatakan, gelombang ketiga Covid-19 yang dimaksudnya adalah dalam hal jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Penulis: Dedy | Editor: Dedy
Istimewa
Foto ilustrasi: Virus corona atau Covid-19. Berdasarkan pola lonjakan yang  terjadi sebelumnya di Indonesia, kata Prof Gusti, gelombang ketiga Covid-19 akan terjadi antara Januari hingga Februari maupun Juli hingga Agustus. 

WARTAKOTALIVE.COM --- Ahli virologi dan Guru Besar Universitas Udayana, Prof Dr drh I Gusti Ngurah Kade Mahardika mengusulkan target vaksinasi pemerintah jangan stagnan di 70 persen, melainkan harus menjadi 100 persen.

"Tidak boleh lagi 70 persen, karena 30 persen mereka yang tidak divaksin akan berisiko terkena penyakit berat," kata Mahardika dalam diskusi virtual Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (30/9/2021).

Imbauan tersebut disampaikannya sebab ia memprediksi gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia  pasti akan datang dan akan terjadi Desember 2021 hingga Februari 2022.

"Awal 2022 kita bisa mengatakan virus masih ada di sekitar kita, tapi dampak pandemi bisa kita minimalisir. Sekarang gelombang ketiga pasti terjadi," ujarnya.

Baca juga: Pelaku Usaha Keluhkan Sulitnya Ekspor ke Luar Negeri Selama Pandemi Covid-19

Waspada Pandemi Covid-19 Gelombang Ketiga, Kemenkes: Jangan Euforia, Tetap Waspada

Berdasarkan pola lonjakan yang  terjadi sebelumnya di Indonesia, kata Prof Gusti, gelombang ketiga Covid-19 akan terjadi antara Januari hingga Februari maupun Juli hingga Agustus.

Mahardika mengatakan, gelombang ketiga Covid-19 yang dimaksudnya adalah dalam hal jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kalau kasus yang dimaksud adalah terkonfirmasi positif Covid-19 gelombang ke-3, itu pasti akan dihadapi Indonesia," kata Mahardika.

Tapi ia tidak hanya mengkhawatirkan gelombang ketiga  peningkatan kasus tekonfirmasi positif Covid-19, tetapi juga jumlah orang yang masuk rumah sakit dengan gejala berat dan kasus meninggal akibat Covid-19.

"Kalau dari kasus, ya pasti. Tetapi mudah-mudahan tidak ada gelombang ketiga untuk jumlah orang yang masuk rumah sakit sehingga kewalahan dan jumlah orang yang meninggal dunia," ujarnya.

Menurutnya, situasi dan kondisinya tidak separah saat gelombang kedua terjadi pada Juli-Agustus 2021 lalu, apalagi jika intervensi vaksinasi terus meluas dengan cakupan di atas 70 persen.

BACA BERITA SELENGKAPNYA :

Gelombang Ketiga Covid-19 Diprediksi Muncul Desember 2021, Ini Cara Antisipasi Menurut Pakar Virus, 

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved