Berita Nasional
Gerakan P2L Kementan Diyakini Mampu Turunkan Angka Stunting
Perluasan gerakan P2L tersebut dapat menyasar ruang publik terpadu ramah anak dan bagian atas (rooftop) rumah serta perkantoran.
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Feryanto Hadi
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Gerakan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Kementerian Pertanian (Kementan) diyakini bisa menekan angka stunting masyarakat kota dan desa akibat kondisi pandemi berkepanjangan.
Akademisi Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, Evi Frimawaty mengatakan gerakan tersebut representasi ketahanan pangan nasional dimana setiap individu ada kemampuan akses pangan.
"Indonesia negara yang memiliki keunggulan ekosistem dibandingkan negara lain. Ini banyak sekali keuntungannya terutama memenuhi pangan sehat melalui pekarangan pangan lestari," kata Evi, lewat keterangan tertulis, Kamis (30/9/2021).
Akademisi UI lainya, Fatmah juga mendukung keberlanjutan program pangan lestari sebagai gerakan nasional terhadap pola makan sehat yang murah, mudah dan bisa dilakukan semua orang.
Baca juga: Memasuki Musim Hujan, Guru Besar IPB Ingatkan Kementan Antisipasi Gagal Panen
"Selain menekan stunting, pola makan sehat melalui pangan lestari juga bisa menghidupkan ekonomi keluarga," katanya.Arsitek Urban Designer dan Co Inisiator Indonesia Berkebun, Sigit Kusumawijaya mengatakan bahwa gerakan P2L dapat diperluas ke tiap-tiap sudut kota dan tiap sudut rumah.
Perluasan gerakan P2L tersebut misalnya dapat menyasar ruang publik terpadu ramah anak dan bagian atas (rooftop) rumah serta perkantoran.
"Kita juga mengajak masyarakat untuk memulai sadar diri tehadap kerawanan pangan. Kita ingin generasi yang akan datang menyadari betapa pentingnya sektor pertanian," ungkap Sigit.
Baca juga: Pasok Kebutuhan Pupuk Petani, Kementan Dorong Pengoperasian Kembali Pabrik Pupuk Iskandar Muda 1
Peneliti Balitbangtan Kementan, Elisabeth Srihayu memastikan P2L memiliki peminat yang banyak, terutama yang tinggal di perkotaan dan biasanya lebih dikenal dengan gerakan urban farming.
"Saat ini kita juga sudah merancang kampung hortikultura sebagai upaya pemerintah dalam memenuhi pangan gizi keluarga dan termasuk dukungan kami terhadap persoalan sunting," tutupnya. (jhs)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/stunting1.jpg)