Breaking News:

Berita Nasional

Memasuki Musim Hujan, Guru Besar IPB Ingatkan Kementan Antisipasi Gagal Panen

Peran pemerintah daerah dalam antisipasi dan mitigasi risiko curah hujan yang berlebih terhadap usaha tani di daerahnya harus ditingkatkan.

Editor: Feryanto Hadi
WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Ilustrasi: Petani di Cibarusah, Kabupaten Bekasi terpaksa menunda masa tanam selama tiga bulan karena khawatir gagal panen. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Musim penghujan saat ini telah terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, potensi banjir dan hama penyakit dapat menyebabkan produksi komoditas pertanian menurun.

Di tahun-tahun sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi berimbas pada gagal panen sejumlah bahan pangan dan menyebabkan naiknya harga sejumlah kebutuhan 

Untuk mencegah terjadinya efek buruk seperti gagal panen akibat kebanjiran, pemerintah dalam hal ini Kementrian Pertanian (Kementan) telah melakukan berbagai antisipasi untuk ketersediaan pangan.

Di antara yang dilakukan Kementan adalah dengan berikan sejumlah program yakni pembuatan Embung, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier, serta Asuransi Pertanian.

Baca juga: Sukses Budidaya Belimbing Dewa, Nanang Raup Omset Ratusan Juta Rupiah Sekali Panen

Baca juga: Pasok Kebutuhan Pupuk Petani, Kementan Dorong Pengoperasian Kembali Pabrik Pupuk Iskandar Muda 1

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir Hermanto Siregar, M.Ec. pun mendukung upaya Kementan untuk mengatasi gagal panen imbas dari musim penghujan.

"Kalau kondisi hujan tidak luar biasa atau normal, keberadaan embung, rehab jaringan tersier, dan asuransi pertanian cukup memadai," ujar Prof. Dr. Ir Hermanto Siregar, M.Ec, yang diterima media Kamis, (23/9/2021).

Hermanto menilai, beragam upaya yang dilakukan Kementan tersebut sudah cukup efektif untuk melindungi petani dari bahaya kebanjiran.

Upaya Kementan tersebut juga sangat bagus dan patut didukung sebagai antisipasi dari pemerintah untuk mengatasi ketersediaan pangan di musim penghujan.

Hermanto mengungkapkan, banyak faktor yang menentukan kenaikan produktivitas pangan.

Baca juga: Varietas Padi Unggulan B-36 & B-37 Ditemukan, Kementan Optimis Jadikan Sambas Lumbung Beras Kalbar

Program-program unggulan Kementan yang dilakukan selama ini termasuk di antaranya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved