Breaking News:

Lifestyle

Angkat Popularitas Ulos Agar Sejajar Batik dan Tenun Ikat Sumba di level nasional dan internasional.

Daerah Batak Toba memiliki wastra tersendiri, dikenal dengan nama Ulos. Sayangnya, popularitas Ulos masih ada di bawah Batik dan Tenun Ikat Sumba

Angkat Popularitas Ulos Agar Sejajar Batik dan Tenun Ikat Sumba di level nasional dan internasional.
www.serbalanda
Penenun ulos

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Indonesia dianugerahi kekayaan budaya yang begitu beragam, salah satunya wastra nusantara.

Istilah wastra sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta yang memiliki arti sehelai kain. Setiap wastra memiliki motif, pola, dan warna yang berbeda antara satu dan lainnya serta memiliki filosofi dan cerita yang mendalam.

Daerah Batak Toba pun memiliki wastra tersendiri, yang dikenal dengan nama Ulos. Sayangnya, popularitas Ulos masih ada di bawah Batik dan Tenun Ikat Sumba untuk level nasional dan internasional.

Kerri Na Basaria, Founder dan CEO PT Toba Tenun Sejahtra, mengatakan, ulos merupakan warisan budaya bersejarah yang memiliki filosofi kehidupan mendalam dan erat kaitannya dengan keseharian masyarakat Batak.

Baca juga: Terpikat Suasana Asri dan Indahnya Alam, Sandiaga Uno Rekomendasikan destinasi Work From Toba

Baca juga: Kebut Pemulihan Parekraf, Sandiaga Uno Hadirkan Hotel Kapsul Low Budget di Danau Toba

Menyadari potensi Ulos yang besar untuk dipasarkan di level nasional dan internasional, PT Toba Tenun Sejahtra berupaya untuk melakukan berbagai program kerja yang mencakup antara lain pelestarian budaya, pelatihan dan pendidikan perajin, serta pengembangan komunitas dan perempuan.

"Kami  bekerja sama dengan lembaga pelatihan dan instruktur untuk membekali partonun (penenun Ulos) agar dapat meningkatkan kompetensi mereka, baik dari sisi teknis maupun penciptaan desain," ujar Kerri dalam siaran pers yang diterima Wartakotalive.com, Minggu (26/9/2021).

Kain Ulos tidak hanya bernilai budaya tetapi juga dapat memberikan dampak secara ekonomi dan sosial, menambah kekuatan industri kreatif dan seni Indonesia.

Selain itu, dalam menjalankan model bisnisnya, ada 2 pilar utama yang fokus terhadap nilai sosial dan juga bisnis yang seimbang. Sehingga dapat menghasilkan produk berkualitas ramah lingkungan yang tidak hanya memberikan nilai lebih kepada konsumen tetapi juga mendatangkan keuntungan bagi  partonun.

Tenun  tidak dapat dilepaskan dari peran penenun yang mayoritas adalah perempuan. Partonun (penenun) perempuan merupakan sumber daya manusia utama untuk menghasilkan tenun berkualitas.

Partonun adalah penjaga budaya yang bekerja demi kelangsungan warisan budaya, menjaga filosofi hidup orang Batak, serta kemahiran tradisional.

Tenun tradisional adalah salah satu bidang di mana pengetahuan berharga diwariskan dari para ibu ke anak-anak perempuan mereka secara turun-temurun. Saat ini, sektor tenun tradisional ini bertahan berkat generasi perempuan muda Indonesia yang dinamis, yang memadukan kreativitas artistik dengan keterampilan bisnis.
 

Memahami pentingnya peran partonun dalam ekosistem Ulos, PT Toba Tenun Sejahtra  memberdayakan Partonun untuk dapat meningkatkan potensi dan keterampilan diri sehingga dapat semakin kuat dalam menjaga, mewariskan dan melestarikan Ulos yang berkualitas dan memiliki filosofi penuh makna.

Selain memfasilitasi para partonun untuk mengikuti berbagai pelatihan dan pendidikan, PT Toba Tenun Sejahtra juga memberikan dukungan dan pendampingan lewat Jabu Bonang serta memberikan solusi kepada para partonun yang memiliki banyak tantangan di lapangan seperti kurangnya akses terhadap bahan baku, rumitnya pemasaran, hingga kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang kerap dialami para partonun.

Hingga akhir tahun 2021 sekaligus menyambut Hari Ibu Nasional, PT Toba Tenun Sejahtra akan melakukan rangkaian aktivitas. 

Di bulan September akan ada kegiatan (1) lomba selendang tenun di wilayah mitra artisan tenun Jabu Bonang. Di bulan Oktober akan terdapat (2) lelang amal selendang tenun dan peluncuran kalendar Heritage 2022. Sementara itu, di bulan November PT Toba Tenun Sejahtra akan mengadakan (3) webinar bertajuk From Heritage to Legacy serta kegiatan Heritage Goes to School yang bertujuan memberikan literasi budaya khususnya budaya Batak kepada masyarakat.

Rangkaian acara akan ditutup di bulan Desember, dengan dua kegiatan yaitu kegiatan papsmear bagi perempuan para mitra partonun Jabu Bonang dan pengadaan seminar untuk Partonun sebagai upaya PT Toba Tenun Sejahtra untuk meningkatkan literasi kesehatan perempuan dan literasi budaya bagi para artisannya.
 

"Kami harap upaya yang dilakukan dapat memberikan dampak positif bagi keseluruhan ekosistem tenun dan menjadi bagian dari peningkatan perekonomian daerah maupun nasional,” tutur Kerri. (*)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved