Berita Jakarta
PTM di Jakarta Berjalan Terus Meskipun Diterpa Isu 25 Klaster Covid-19
Dinas Pendidikan DKI Jakarta tetap menggelar PTM dengan sistem berselang-seling setiap Senin, Rabu dan Jumat.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pembelajaran tatap muka (PTM) di Jakarta terus berjalan meski diterpa isu adanya 25 klaster Covid-19.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta tetap menggelar PTM dengan sistem berselang-seling setiap Senin, Rabu dan Jumat.
Di sisi lain, Disdik telah mengirimkan surat kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) soal adanya 25 klaster PTM.
“Iya (PTM) terus berjalan,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI pada Jumat (24/9/2021).
Baca juga: Dinas Pendidikan DKI Kritisi Survei Kemendikbudristek Terkait 25 Klaster Covid-19 Akibat PTM
Ariza mengatakan, pemerintah daerah belum mendapat detil adanya 25 klaster PTM dari kementerian.
Mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini mengklaim, penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah telah diterapkan dengan sangat baik.
Di antaranya pengecekan suhu tubuh, diwajibkan mencuci tangan, memakai masker dan menghindari kerumunan selama di sekolah.
“Jadi kami masih melihat kembali dan mengecek kembali kepastiannya apakah betul ada Covid-19 di sekolah-sekolah dan menyebabkan klaster,” kata Ariza.
Baca juga: Pemerintah Pantau Terus Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM)
“Sejauh ini prokes sangat baik dilaksanakan di sekolah-sekolah. Walaupun mungkin ada, itu bukan karena di sekolah, mungkin di rumah atau di perjalanan ya,” tambahnya.
Meski begitu, Ariza juga menginstruksikan kepada Disdik agar pelaksanaan prokes tidak kendor dan melibatkan orangtua untuk memonitor anaknya selama di perjalanan ke sekolah ataupun pulang ke rumah.
Jangan sampai pelajar mengabaikan prokes sehingga terjadi penularan Covid-19, hingga membuat klaster di sekolah.
Baca juga: TERUNGKAP, Sindikat Penyelundupan Benih Lobster di Muara Baru Dibongkar Polisi, 4 Orang Ditangkap
“Nanti nanti aparat di jalan selalu membantu menjaga dalam proses di perjalanan di titik-titik transportasi. Kemudian juga yang terakhir tentu di sekolah itu sendiri, kami akan tingkatkan informasi yang baik ini dari Kemendikbudristek ini supaya lebih berhati-hati,” jelasnya.
Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi RI telah merilis data survei 25 klaster Covid-19 ditemukan di Ibu Kota yang berasal dari pembelajaran tatap muka (PTM).
Data yang diunggah di webiste sekolah.data.kemdikbud.go.id tersebut menuliskan data survei per tanggal 22 September 2021 terdapat 25 klaster dari 897 responden sekolah yang mengisi survei.
Baca juga: Soal Klaster Covid-19 di 25 Sekolah, Pemprov DKI Surati Kemendikbudristek Minta Kejelasan Data
Lalu, dari 25 klaster tersebut, terdapat rinciannya yakni Jakarta Timur 6 klaster, Jakarta Utara 5 Klaster, Jakarta Selatan 5 klaster dan 1 klaster di Jakarta Pusat, dan untuk Jakarta Barat menjadi wilayah dengan klaster PTM tertinggi dengan 8 klaster.
Total Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang tercatat positif Covid-19 mencapai 227 kasus.
Sedangkan peserta didik yang terpapar Covid-19 dan berstatus positif total 241 kasus. (faf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sdn-pegangsaan-dua-06.jpg)