Jumat, 17 April 2026

Info BPJS Kesehatan

Terkenang Pengobatan Ayahnya, Rahma Percayakan Kesehatan Keluarga pada JKN-KIS

Hingga saat ini, Rahma mengaku belum pernah sama sekali memanfaatkan Program JKN-KIS untuk menjalani rawat inap di rumah sakit.

Editor: Ichwan Chasani
Dok. Jamkesnews
Rahmawati Agung (26), peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Rahmawati Agung (26) sudah menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak Tahun 2016.

Hingga saat ini, Rahma mengaku belum pernah sama sekali memanfaatkan Program JKN-KIS untuk menjalani rawat inap di rumah sakit.

“Satu tahun lalu saya pernah berobat di klinik tempat saya terdaftar. Saat itu saya sedang sakit radang tenggorokan. Pelayanan yang diberikan kepada saya baik, dokternya ramah dan informatif dalam memberikan nasihat dalam menjaga kesehatan agar sakit saya dapat sembuh dengan cepat,” cerita Rahma, beberapa waktu lalu.

“Rawat inap rumah sakit alhamdulillah belum penah saya alami, tapi melihat besarnya manfaat Program JKN-KIS bagi ayah saya, meyakinkan saya akan manfaat Program JKN-KIS,” sambungnya.

Rahma bercerita pada saat itu almarhum ayahnya sebelum menjadi peserta Program JKN-KIS pernah menjalani operasi pengangkatan tumor di salah satu rumah sakit swasta dengan biaya sendiri. Pada saat itu, biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan ayahnya cukup besar.

“Keluarga kami sangat bersyukur ketika Ayah sudah terdaftar menjadi Peserta Program JKN-KIS pada tahun 2016. Kami bisa mendampingi ayah menjalani perawatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, mulai dari rawat jalan, kemoterapi, dan operasi di rumah sakit tanpa harus khawatir mengenai biaya pelayanan kesehatan ayah. Semuanya dijamin oleh Program JKN KIS,” tutur Rahma.

Rahma juga menceritakan saat ia menggunakan kartunya untuk berobat di klinik tempatnya terdaftar.

Ia mendapatkan layanan yang baik dari Pihak Klinik. Namun, Rahma jarang berobat karena menurut Rahma selama keluhan yang dialaminya masih ringan, maka ia berusaha untuk mengobatinya sendiri.

Rahma berpendapat iuran yang ia bayarkan tiap bulannya bisa bermanfaat untuk peserta lain yang lebih membutuhkan layanan keesehatan, sehingga jika ia merasa penyakitnya ringan maka ia lebih memilih untuk menanganinya sendiri.

“Saya berharap agar Program JKN-KIS senantiasa berkesinambungan dan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dapat menjadi lebih baik. Sehingga peserta dapat berobat dengan lebih aman dan nyaman tanpa khawatir mengenai biaya pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” tutup Rahma. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved