Berita Regional
Kiprah Kapolsek Termuda Ipda Nadya Ayu, Miliki Wajah Imut dan Cantik tapi Bongkar Kasus-kasus Besar
Sebelum masuk Akademi Kepolisian, Ipda Nadya Ayu Nurlia sempat mencoba peruntungan dengan mengikuti tes Akademi Militer atau Akmil.
WARTAKOTALIVE.COM, RENGAT -Ipda Nadya Ayu Nurlia kini menjadi perbincangan hangat publik.
Penyebabnya, Ipda Nadya yang masih berusia 23 tahun tersebut sudah menduduki jabatan penting
Sosok perempuan muda itu tercatat sebagai kapolsek termuda di Indonesia.
Ipda Nadya pun menceritakan perjalanan kariernya, hingga kini menduduki jabatan sebagai kapolsek.
Sebelum masuk Akademi Kepolisian, ia sempat mencoba peruntungan dengan mengikuti tes Akademi Militer atau Akmil.
Baca juga: Kapolri Sebut Ekonomi Bangkit Jika Penanganan Virus Covid-19 Terkendali
Baca juga: Sambut Positif Tindak Anggota yang Tertibkan Mural, Anggota Dewan: Kapolri Sudah Tegas dan Humanis
Namun, saat itu ia tidak lolos dan justru diterima di Akpol.
Kapolsek termuda di Indonesia itu adalah Polwan Cantik berpangkat Ipda bernama Nadya Ayu Nurlia dan ia menjadi Kapolsek Batang Gangsal , jajaran Polres Inhu .
Polwan Cantik yang jadi Kapolsek termuda di Indonesia itu lahir di Bengkulu pada bulan Maret tahun 1998 .
Walau jadi Kapolsek termuda di Indonesia , namun Polwan Cantik ini ternyata sudah memecahkan sejumlah kasus besar meski baru satu bulan menjabat sebagai Kapolsek Batang Gansal , Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.
Membahas keberhasilannya hingga saat ini, wanita yang akrab disapa Nadya mengaku hal ini tidak terlepas dari dukungan keluarganya terutama ayah kandungnya.
Baca juga: KPK Periksa Anies Baswedan, Nasdem DKI Ingatkan KPK Tidak Boleh Bekerja Berdasarkan Orderan
Nadya Ayu Nurlia adalah alumni Akademi Kepolisian 2020 dan ia anak dari pasangan Zulkifli dan Nurma.
Ayahnya merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berdinas di Kodim 0407 Kota Bengkulu.
Lahir sebagai anak pertama di keluarga yang sederhana, Nadya sadar memiliki tanggungjawab yang besar untuk membawa nama keluarga.
Sebagai anak pertama ia mewarisi tekad yang kuat untuk membuat keluarganya bangga.
"Saya bertekad membuat bangga orangtua saya," tegas Nadya.
Oleh karena itu semenjak duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA) Nadya sudah berpikir jauh akan jadi apa nantinya ia ke depan.
Semenjak sekolah, Nadya terus mengembangkan potensi terbaiknya.
Sewaktu ia duduk di bangku kelas satu SMA Negeri 5 Kota Bengkulu, Nadya bercerita ia ikut dalam kegiatan ekstrakulikuler Paskibraka di sekolahnya.
Baca juga: Dukung Roy Suryo Seret Ferdinand ke Penjara, Musni Umar Curhat Pernah Dijuluki Rektor Bodoh
Sikap konsisten dan disiplin dalam berlatih, membawanya sampai menjadi Paskibraka tingkat nasional tahun 2014 lalu.
Lulus dari sekolah, perjuangannya untuk membanggakan kedua orangtuanya belum berhenti.
Saatnya ia memilih jalan hidupnya.
Sebagai remaja, ia sudah melihat peluang kedinasan apa yang harus diambilnya.
Nadya mengaku ada beberapa pilihan yang diambil, yakni Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) dan Akademi Kepolisian.
"Saya memang tidak mendaftar ke Akmil, karena keluarga saya tidak punya uang untuk ongkos saya ke Palembang.
Baca juga: Akui Hajar Kosman di Tahanan, Irjen Napoleon Bersumpah Akan Lakukan Apapun demi Bela Agama dan Rasul
Waktu itu tesnya harus di Palembang, sementara di sana juga tidak ada keluarga," kata Nadya.
Ikut mendaftar di Akpol, Nadya bukan tanpa persiapan.
Ia banyak menghabiskan waktu belajar sendiri di rumah.
Ya memang Nadya tidak mengikuti les atau bimbingan belajar (Bimbel) di tempat Bimbel berbayar.
Alasannya karena orangtuanya tidak punya uang untuk membiayai Nadya ikut Bimbel.
"Saya pernah sekali ikut les psikolog gratis dari Polda, dan hanya sekali itu saja saya ikut les psikolog," kata Nadya.
Selain belajar tentang pengetahuan umum, Nadya juga rajin berlatih fisik, seperti berenang dan berlari.
Semua itu dilakukannya dengan pendampingan dari sang ayah.
Dukungan dan pendampingan ayahnya, Nadya semakin bersemangat berlatih.
Perjuangannya tidak sia-sia, Nadya lulus masuk Akpol.
Empat tahun menempuh pendidikan Nadya akhirnya lulus Akpol.
Polda Riau menjadi tempat penugasannya pertama setelah dinyatakan lulus.
Setelah itu, ia diberikan amanah untuk menjadi Kapolsek Batang Gansal, Kabupaten Inhu.
Selama satu bulan menjadi Kapolsek Batang Gansal, Nadya sudah memecahkan dua kasus besar, yakni pembunuhan seorang remaja dan juga kasus narkoba.
Kesuksesannnya dalam mengungkap kasus menurutnya tidak terlepas dari bimbingan para senior dan pimpinannya di Polres Inhu.
Nadya mengaku, ia menemukan banyak kejadian unik selama menjadi Kapolsek Batang Gansal.
Namun ia selalu berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat.
Selain itu ia juga membina hubungan baik dengan anak buahnya di Polsek Batang Gansal.
Meski tinggal sendiri, Nadya mengaku suka memasak di rumah dinasnya.
Kemudian ia makan bersama dengan anggota Polsek Batang Gansal. Cara ini membuatnya disenangi personil Polsek Batang Gansal.
Kabar soal statusnya sebagai wanita single, ternyata dibantah oleh wanita yang baru memasuki usia 23 tahun ini.
Ia mengatakan saat ini ia sudah memiliki pacar, namun belum memutuskan kapan waktunya untuk menikah.
Saat ini Nadya memilih fokus dengan apa yang ada di hadapannya saat ini, yakni tugas dan tanggungjawabnya sebagai Kapolsek Batang Gansal.
( Tribunpekanbaru.com / Bynton Simanungkalit )
Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul Gagal ke Akmil, Lulus di Akpol, Polwan Cantik Jadi Kapolsek Termuda di Indonesia, Bertugas di Riau
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ipda-nadya-ayu-nurlia.jpg)