Breaking News:

Berita Jakarta

Prof Emil Salim: Generasi Muda Berperan Selamatkan Jakarta dari Ancaman Tenggelam

Emil Salim: Generasi muda harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan melakukan inovasi teknologi dalam upaya menemukan energi-energi terbarukan.

youtube mata najwa
Prof Emil Salim mengatakan, Senin (20/9/2021), generasi muda memegang peran penting menyelamatkan bumi dari perubahan iklim yang merusak lingkungan. Foto dok: Profesor Emil Salim di acara Mata Najwa Rabu (9/10/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pakar lingkungan hidup Prof Emil Salim menyebut, generasi muda memegang peran penting menyelamatkan bumi dari perubahan iklim yang merusak lingkungan.

Termasuk soal ancaman tenggelamnya Jakarta yang mungkin saja terjadi di tahun-tahun mendatang.

“Sebagai pemimpin masa depan, generasi muda harus mengubah orientasi berpikir pembangunan ini berdasarkan pola pembangunan berkelanjutan,” kata pakar lingkungan hidup dari Universitas Indonesia (UI) Prof Emil Salim dalam diskusi virtual yang bertajuk ‘Jakarta Segera Tenggelam?’ yang digelar pada pekan lalu.

Menurut Emil, generasi muda harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan melakukan inovasi teknologi dalam upaya menemukan energi-energi terbarukan.

Pada gilirannya, target net-zero emissions (emisi nol persen) di tahun 2050 bisa tercapai

Kata dia, kerusakan bumi akibat perubahan iklim sebenarnya dapat disiasati.

Baca juga: Antisipasi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Wali Kota Jakarta Pusat Galakkan Program Kampung Iklim

Baca juga: Semangat Anies Terpacu Akibat Pidato Presiden Joe Biden soal Jakarta Tenggelam 10 Tahun lagi

Generasi muda, harus menciptakan teknologi inovatif dan mengubah orientasi serta pola pembangunan yang selama ini mengandalkan fossil fuels (bahan bakar fosil) ke pemanfaatan energi bersih atau energi terbarukan, misalnya energi matahari, angin, gelombang, mikrohidro dan sebagainya.

“Langkah yang harus ditempuh anak muda adalah mengubah kebijakan yang bersifat eksploitasi sumber daya, memperkaya jenis-jenis sumber daya alam melalui menangkap gas rumah kaca dan mengurangi efek gas rumah kaca dengan memanfaatkan matahari, gelombang laut, angin, dan sebagainya untuk jadi sumber energi baru,” kata mantan Menteri Negeri Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup RI tahun 1983-1993 silam ini.

Selain itu, Emil juga mengkritik model pembangunan pemerintah yang berkiblat pada UU Minerba yang selama ini mengeksploitasi energi dari bahan bakar fosil sebagai sumber pendapatan negara, tanpa memperhitungkan dampak eksternalitas berupa kerusakan lingkungan.

Baca juga: KABAR BAIK, Wagub DKI Klaim Tidak Ada Lagi Antrean Pasien Covid-19 di Selasar, IGD, UGD, ICU RS

“Kebijakan energi Indonesia masih mengandalkan pada energi bahan bakar fosil dan batu bara, kita ekspor mereka (bahan bakar fosil dan batu bara) sehingga tujuan pembangunan kita bukan pembangunan berkelanjutan (resource enrichment), tetapi memanfaatkan sumber daya alam yang kotor. Jadi kami mengharapkan revenue dari mengekspor bahan-bahan cemar CO2, batu bara, minyak bumi,” terang Emil.

Seperti diketahui, ancaman Jakarta akan tenggelam beberapa tahun ke depan memang pernah disampaikan sejumlah otoritas baik di dalam maupun dari luar negeri.

Beberapa waktu lalu, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada laman resminya menyebut, Jakarta dan pulau reklamasi menjadi salah satu kota pesisir yang terancam tenggelam.

Prediksi terebut berdasarkan kondisi dari berbagai faktor.

Baca juga: Toko Furniture di Cilandak Terbakar, Tujuh Mobil Damkar Diterjunkan untuk Padamkan Api

Di antaranya perubahan iklim, jumlah penduduk yang terus bertambah, juga eksploitasi air di wilayah Ibu Kota.

Bahkan, pada Agustus kemarin Presiden Amerika Serikat Joe Biden sempat menyinggung soal Jakarta terancam tenggelam dalam 10 tahun mendatang akibat perubahan iklim yang melanda dunia. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved