Breaking News:

Ranjau Jari Jari Payung

Komunitas Saber Berhasil Mengumpulkan Sebanyak 1,5 Kilogram Jari-jari Payung di Jalan Gatot Subroto

Pengendar motor dan mobil disarankan untuk berhati-hati saat melintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Sigit Nugroho
Instagram/@rohim_saber
Temuan ranjau jari-jari payung oleh komunitas Saber saat melakukan operasi dari Jalan Gatot Subroto di Slipi Petamburan hingga ke Cawang, Jakarta Timur pada Minggu (19/9/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Pengendar motor dan mobil disarankan untuk berhati-hati saat melintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Pasalnya, di jalan protokol tersebut dtemukan ranjau jari-jari payung.

Hal itu diketahui saat Komunitas Saber melakukan operasi dari Jalan Gatot Subroto di Slipi Petamburan hingga ke Cawang, Jakarta Timur pada Minggu (19/9/2021).

Pendiri Komunitas Saber, Abdullah Rohim, mengatakan bahwa operasi dilakukan sedari pukul 07.00 WIB sampai 08.30 WIB.

Operasi dimulai dari Slipi Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat hingga Cawang, Jakarta Timur.

Di sepanjang Jalan Gatot Subroto itu terkumpul 1,5 kilogram jari-jari payung.

Baca juga: VIDEO Mobil Ambulans Membawa Jenazah Ditabrak Mobil Boks di Jalan Gatot Subroto

Baca juga: VIDEO Selama Pandemi Komunitas Sapu Bersih Ranjau Paku Kumpulkan 150 Kilogram Paku dari Jalanan

Baca juga: VIDEO: Waspada Ranjau Paku Masih Bertebaran di Jalan Gatot Subroto

"Kawasan itu memang rawan ranjau. Jari-jari payung jauh lebih berhaya dari paku," kata Rohim dihubungi Minggu (19/9/2021).

Selain di Jalan Gatot Subroto, operasi juga dilakukan di Semanggi dan Tebet.

Rohim menerangkan di kawasan Semanggi atau tepatnya dekat halte transjakarta juga menjadi salah satu titik bahaya ranjau paku.

"Tadi, kami sempat melintas di Semanggi juga untuk operasi ranjau paku," terang Rohim.

Rohim berujar bahwa komunitasnya menerima informasi warga apabila mengetahui titik lain yang rawan dengan ranjau paku.

Rohim menyebut bahwa terkadang pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian dalam melakukan giat penyapuan ranjau di titik yang masih rawan ranjau paku dan jari-jari payung.

Selama 11 tahun beroperasi, komunitasnya sudah kumpulkan 4 ton ranjau paku dan jari-jari payung.

Khusus Rohim sendiri sudah kumpulkan 1,7 ton ranjau yang ditemukan di sejumlah ruas jalan Ibukota.

"Kalau ditotal dari semenjak aktif tahun 2010 sampai tahun 2016 saya sendiri itu kumpulkan hampir 2 ton, kalau digabung seluruh anggota itu sudah hampir 4 ton, sisa koleksi di rumah hampir dua kuintal lagi," papar Rohim.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved