Breaking News:

Kritik Emerson Yuntho soal Valentino Rossi Tidak Lulus Uji SIM Dinilai Berlebihan

"Saya pikir itu terlalu berlebihan, jika beliau itu sampai bersurat pada presiden. Semua sistem kan dibuat untuk merubah ataupun perbaiki sesuatu yang

Editor: Ahmad Sabran
TRIBUNNEWS/WAHYU FIRMANSYAH
Emerson Yuntho 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pegiat antikorupsi Emerson Yuntho mengkritik Samsat dan Satpas SIM hingga menyebut pebalap MotoGP Valentino Rossi tak akan bisa memeroleh SIM.

Ketua Presidium Indonesian Civilian Police Watch (ICPW) Bambang Suranto  menilai hal itu berlebihan.

"Memang setiap tindakan itu butuh koreksi. Jadi kita sebagai warga negara sebetulnya ya berhak untuk mengkritisi pelayanan publik. Namun, jika itu kemudian menjadi sesuatu hal yang berlebihan, itu juga tidak baik," ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (17/9/2021).

Terlebih, kata Bambang, kritik tersebut disampaikan langsung ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Padahal menurutnya, Polri senantiasa melakukan perbaikan sistem pelayanan.

Baca juga: POLISI Segel Haven Karaoke dan Infinity Karaoke di Kabupaten Bekasi pada Sabtu Dini Hari

"Saya pikir itu terlalu berlebihan, jika beliau itu sampai bersurat pada presiden. Semua sistem kan dibuat untuk merubah ataupun perbaiki sesuatu yang sebelumnya," ucapnya.

Bambang menilai, institusi Polri terus berinovasi dan membuat terobosan untuk meminimalisir terjadinya pungli. Satu di antaranya dengan adanya aplikasi SINAR untuk perpanjangan SIM, SIONDEL dan SIGNAL untuk perpanjangan STNK, e-TLE untuk tilang.

Baca juga: VIDEO : Presiden Jokowi Beri Bonus Rp 5,5 Miliar Kepada Peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2021

"Jadi sebetulnya mereka sudah berinovasi. Dari sistem konvensional, kemudian sistem digital, dengan adanya SINAR itu," ucapnya.

Seperti fiketahui, pegiat antikorupsi Emerson Yuntho membuat surat terbuka terkait pelayanan di Samsat dan Satpas yang ditujukan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Emerson menyebut praktik pungli telah terjadi hampir merata di Samsat dan Satpas seluruh Indonesia.

"Terkait layanan administrasi kendaraan di Samsat, warga sering kali dipaksa atau terpaksa melakukan tindakan melanggar hukum dengan cara menyuap atau memberikan uang (gratifikasi) kepada oknum petugas. Membayar sesuatu tidak semestinya dan tanpa bukti penerimaan yang sah," jelas Emerson dalam surat terbuka tersebut.

Baca juga: LOKASI Samsat Keliling Sabtu 18 September 2021 Wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi

Emerson juga menyoroti perihal urusan pembuatan atau perpanjangan SIM di Satpas. Menurutnya, ujian teori dan ujian praktik dalam proses pembuatan SIM kerap tidak masuk akal dan transparan.

"Dengan model ujian praktik seperti ini, publik percaya Lewis Hamilton akan gagal mendapatkan SIM A dan Valentino Rossi juga tidak mungkin memperoleh SIM C di Indonesia," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved