Breaking News:

Berita Nasional

Kapal Perang China Mondar-mandir di Perairan Natuna, Said Didu: Mana Nih Peneriak NKRI Harga Mati?

Kapal perang China dalam sebuah rekaman video amatir milik nelayan, melenggang bebas di perairan terotorial Indonesia.

Penulis: | Editor: Feryanto Hadi
Kompas.id
Tangkapan layar kapal perang China di perairan Natuna yang direkam nelayan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Tokoh Nasional Muhammad Said Didu menyoroti masuknya sejumlah kapal milik China ke perairan Natuna.

Kapal-kapal itu, dalam sebuah rekaman video amatir milik nelayan, melenggang bebas di perairan terotorial Indonesia.

Bahkan, terdapat kapal perang milik China yang berpapasan langsung dengan kapal nelayan Indonesia.

Nelayan pun dibuat takut karena merasa tidak aman.

Said Didu lantas menyindir pihak-pihak yang selama ini kerap mengaku dirinya 'paling NKRI' dan gemar menuduh pihak lain anti-NKRI atau anti-Pancasila.

Baca juga: Kapal Vietnam Curi Ikan Dua Ton dan Sirip Hiu di Natuna Utara Ditangkap Bakamla, Begini Kronologinya

Baca juga: Setuju dengan Ucapan Semua Agama Benar di Mata Tuhan,Denny Siregar Doakan Dudung Jadi Panglima TNI

Sebab, pihak-pihak yang dimaksud, tak ikut berkomentar ketika kedaulatan NKRI dimasuki kapal negara asing.

"Mana nih para peneriak slogan NKRI harga mati ? Ayo tunjukkan," tulis Said Didu di Twitter, Jumat (17/9/2021), sembari menyertakan pemberitaan mengenai keberadaan kapal perang di perairan Natuna

Disadur dari Kompas.id, sejumlah nelayan tradisional di Kepulauan Riau melaporkan berpapasan dengan enam kapal China, salah satunya destroyer Kunming-172, di Laut Natuna Utara, Senin (13/9/2021).

Kehadiran kapal perang China itu membuat nelayan lokal takut melaut.

Mereka berharap aparat keamanan turun tangan memberi rasa aman.

Baca juga: Pengakuan soal Gaji DPR Bikin Gaduh, Krisdayanti Menyesal dan Minta Maaf saat Dipanggil Fraksi PDIP

Ketua Aliansi Nelayan Natuna Hendri, Rabu (15/9/2021), menunjukkan sejumlah video yang diambil nelayan pada koordinat 6.17237 Lintang Utara dan 109.01578 Bujur Timur.

Dalam video itu terlihat enam kapal China berada di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia. Adapun yang terlihat paling jelas kapal destroyer Kunming-172.

”Nelayan merasa takut gara-gara ada mereka di sana, apalagi itu kapal perang. Kami ingin pemerintah ada perhatian soal ini supaya nelayan merasa aman saat mencari ikan,” kata Hendri dikutip dari Kompas.id

Baca juga: Bursa Calon Panglima TNI Memanas, Pengamat Bicara Peluang KSAL Yudo Margono Gantikan Hadi Tjahjanto

Ancaman kapal China di Laut Natuna Utara mulai menguat sejak akhir Agustus 2021.

Selain enam kapal yang dilihat nelayan, kapal survei Haiyang Dizhi-10 juga berulang kali terpantau satelit melintas zig-zag di Laut Natuna Utara dengan dikawal sejumlah kapal penjaga pantai China.

Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I TNI Angkatan Laut Letnan Kolonel Laode Muhammad mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan mengenai kehadiran enam kapal China yang dilihat nelayan di Laut Natuna Utara.

Namun, apabila ada kapal China yang mondar-mandir di ZEE Indonesia, biasanya kapal TNI AL akan membayangi dan melakukan komunikasi dengan mereka.

Baca juga: Uang Komitmen Formula E hingga Rp 2,4 Triliun, Politisi PSI Anggara Wicitra: Ini Patut Dipertanyakan

Laode menambahkan, ada empat kapal TNI AL yang bersiaga di Natuna, yakni KRI Diponegoro-365, KRI Silas Papare-386, KRI Teuku Umar-385, dan KRI Bontang-907.

”Yang jelas, kapal kami selalu ada di sana sehingga kalau ada kapal China yang masuk (teritorial RI), kami pasti membayangi,” ujarnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved