Breaking News:

Sindikat Pembuat Plat Nomor Palsu Pejabat Terungkap, Pegawai Samsat Terlibat

Polisi ungkap sindikat pembuatan plat nomor palsu pejabat. Satu pelaku merupakan oknum pegawai harian lepas (PHL) Samsat Jawa Barat

Penulis: Desy Selviany | Editor: Lilis Setyaningsih
Warta Kota/Desy Selviany
Polisi merilis ungkapan sindikat plat nomor plasu di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Polisi ungkap sindikat pembuatan plat nomor palsu pejabat. Satu pelaku merupakan oknum pegawai harian lepas (PHL) Samsat Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa pihaknya berhasil ungkap kasus penipuan atau pemalsuan plat nomor pejabat atau khusus.

Tiga orang pria inisial TA, AK, dan US ditangkap oleh Subdit Resmbob Krimum Polda Metro Jaya.

Mereka ketahuan berkerjasama untuk menawarkan jasa pembuatan plat nomor palsu.

Kata Yusri, dalam aksinya kedua pelaku TA dan AK mengaku-ngaku sebagai anggota Mabes Polri.

Baca juga: Bongkar Sindikat Spesialils Kejahatan Skmming, Polisi Ringkus WNA Asal Belanda dan Rusia

Baca juga: Dua Bule Sindikat Skimming Internasional, Sasar ATM Bank Plat Merah

Padahal, TA merupakan pegawai bengkel sementara AK merupakan PHL di Samsat Jawa Barat.

Kata Yusri, ketiga tersangka memiliki peran masing-masing. 

Tersangka TA bertugas mencari pemesan, kemudian AK bertugas mencetak Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau plat nomor kendaraan.

Sementara US bertugas memalsukan STNK dari plat nomor khusus tersebut.

"Dari mana AK dapat mencetak TNKB. Karena dia bekerja sebagai PHL di Samsat Jawa Barat. Jadi dia tahu bagaimana mekanisme pembuatan TNKB," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2021).

Kata Yusri, baik US, AK, dan TA menerima pemesanan plat nomor palsu pejabat mulai dari plat anggota polisi hingga anggota DPR RI.

Akibat perbuatannya ketiga tersangka dikenakan Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP terkait penipuan dan atau Pasal 263 KUHP dan 266 KUHP terkait pemalsuan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (Des)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved