Viral Media Sosial

Gus Nadir Sebut Alasan Santri Tutup Telinga Karena Hapalan Bisa Hilang, Denny Siregar: Ada-ada Aja

Gus Nadir Sebut Alasan Santri Tutup Telinga Karena Hapalan Al Quran Bisa Hilang, Denny Siregar: Ada-ada Aja

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
TribunNewsmaker.com/ Courtessy: Metro TV
Denny Siregar 

Video yang merekam puluhan santri tengah menutup kuping ketika tengah menunggu giliran vaksinasi covid-19 viral di media sosial.

Besar dugaan, alasan para santri menutup kuping karena tak ingin  mendengarkan musik yang disetel penyelenggara vaksin.

"Masya Allah santri kami sedang antre untuk vaksin, Qodarullah.. di tempat vaksin ini ada musik, maka lihat para santri menutup kuping mereka agar kuping mereka tidak mendengar musik ini," ungkap seorang perekam video.

Video berdurasi berdurasi 23 detik itu pun beredar luas dan viral di media sosial.

Video pun diunggah ulang oleh akun Twitter @David_Wijaya03 pada Minggu (12/9/2021) malam.

Dalam postingannya, David menyebut sikap para santri tersebut sangat berlebihan.

Baca juga: Bakal Wariskan Gugatan Internasional Disebut Denny Siregar Jadi Alasan Anies Ngotot Gelar Formula E

Baca juga: Gus Miftah Tertawakan Pengamat yang Sebut Belajar Bahasa Arab Jadi Ciri Teroris, Disebutnya Aneh

Menurutnya, aksi para santri itu tak berbeda dengan Taliban, ISIS, Al Qaeda dan Wahabi Takfiri.

"Ada yang tahu ini dari santri mana? Lebay banget sampai menutup kupingnya. Indoktrinasi mengharamkan musik ini gak beda jauh dengan Taliban, ISIS, Al Qaeda & Wahabi Takfiri," tulis David dalam postingannya pada Minggu (12/9/2021).

Pernyataan David pun menuai kritik dari Dr. H. Nadirsyah Hosen, LL.M., M.A., Ph.D.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Monash itu pun mengingatkan David agar tidak serta merta menyebut para santri serupa dengan Taliban, ISIS, Al Qaeda dan Wahabi Takfiri.

Baca juga: Cara Duduk Ustaz Abdul Somad Bikin Salah Fokus, Satu Kakinya Diangkat Ketika Duduk di Atas Kursi

Baca juga: Kekayaan Naik Rp8,9 Miliar, Roy Suryo Minta Jokowi Bagikan Kiat Sukses: Ekonomi Kita Meroket Beneran

Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Gus Nadir itu lewat status Twitternya @na_dirs; pada Selasa (14/9/2021).

"Gak harus buru2 dianggap kayak Taliban. Hukumnya mendengarkan musik itu ada ulama yg blg haram, dan ada yg bolehin. Kita hormati saja. Bagi yg bilang boleh, alasannya ada di gambar: Syekh Yusuf Qaradhawi, Kitab Nailul Awthar dan al-Fiqhul Islami Syekh Wahbah," tulis Gus Nadir.

Dirinya memaparkan, ulama yang berbeda pendapat tentang mendengarkan musik latanya memiliki dasar rujukan.

Bagi mereka yang menyebut mendengarkan musik adalah harap karena musik dinilai dapat membuat hilang hafalan Al Quran. 

"Ulama yg bilang haram juga punya dasar rujukan. Pada titik ini ya kita saling hormat saja thd pilihan yg berbeda," tulis Gus Nadir.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved