Breaking News:

Berita Bekasi

Urus KTP, Perizinan, Perpanjang SIM dan Lainnya di Kota Bekasi Wajib Gunakan QR Code Peduli Lindungi

Hanya saja langkah itu dibuat untuk mendorong masyarakat khususnya Kota Bekasi untuk segera melaksanakan vaksinasi Covid-19.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan surat edaran terkait penggunaan QRcode pada aplikasi Peduli Lindungi saat melakukan pengurusan pelayanan publik di Kota Bekasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI --- Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan surat edaran terkait penggunaan QRcode pada aplikasi Peduli Lindungi saat melakukan pengurusan pelayanan publik di Kota Bekasi.

Surat edaran nomor 440/1395/set.covid-19 bertuliskan jika program vaksinasi Covid-19 di Kota Bekasi terus dilakukan, untuk mendorong masyarakat agar melaksanakan vaksin Covid-19.

 Pemerintah Kota Bekasi mewajibkan seluruh masyarakat Kota Bekasi yang akan melakukan pengurusan pelayanan publik seperti pengurusan perizinan, pembuatan KTP, perpanjangan SIM dan pelayanan publik lainnya untuk menggunakan QRcode atau aplikasi Peduli Lindungi yang di dalamnya tercantum bukti telah melakukan vaksinasi.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan jika penggunaan QRcode pada aplikasi Peduli Lindungi itu bukan sebagai syarat.

Hanya saja langkah itu dibuat untuk mendorong masyarakat khususnya Kota Bekasi untuk segera melaksanakan vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Antisipasi Balap Liar Mobil, Polisi Polsek Bekasi Kota Patroli Jaga Kawasan Inspeksi Kalimalang

Baca juga: Tim Biawak Angkut 5 Ton Sampah di Kali Jambe, Mayoritas Berisi Sampah Kayu dan Barang Rumah Tangga

"Nah QRcode itu kita pakai seperti data kependudukan, tapi bukan sebagai syarat itu," kata Rahmat Effendi ditemui, Senin (13/9/2021).

Dikatakan Rahmat, jika warga Kota Bekasi yang belum melaksanakan vaksin dan ingin mengurus administrasi di Kecamatan.

Yang bersangkutan tetap akan dilayani oleh petugas, hanya saja disarankan untuk melakukan vaksinasi terlebih dahulu.

"Tapi kalo dia belum punya kita sediakan di Kecamatan, dia bikin dulu itu, jadi warga masyarakat yang kita fasilitasi dan kepentingan kita untuk meningkatkan herd imunity terlaksana," katanya.

BERITA VIDEO NELAYAN BEKASI DIRUGIKAN REKLAMASI

Terkait surat edaran itu, Rahmat mengaku hal itu sebagai himbau kepada masyarakat Kota Bekasi untuk segera menjalankan vaksinasi.

Bahkan jika berdasarkan surat edaran itu banyak masyarakat yang masih belum banyak yang menjalani vaksin, dia tak menampik akan mengeluarkan instruksi khusus.

"Nanti kalau dihimbau engga ini juga (gak nurut) kita tingkatkan, jadi apa instruksi. Instruksi gak itu juga (mempan) kita tingkatkan lagi jadi apa Perwal, kalo Perwal masih kurang ampuh juga, kita tingkatkan lagi jadi Perda," ujarnya.

Jika merujuk data vaksinasi di Kota Bekasi saat ini berdasarkan data per tanggal 12 September 2021, total sudah ada 1,120,590 orang yang telah menjalani dosis ke satu atau 55 persen, sedangkan dosis kedua 513,849 atau baru 25 persen dari total target vaksin sebanyak 2,016,006 orang. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved