Kasus Covid-19 Menurun, Saham PPRO Layak Dikoleksi, Proyeksi Pendapatan Rp1,7 Triliun
Korporasi pelat merah ini pun optimistis kinerja perseroan akan meningkat. PPRO pun memproyeksikan pendapatan selama 2021 sebesar Rp 1,7 triliun.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kasus Covid-19 belakangan mengalami tren penurunan.
Bahkan pemerintah mulai melonggarkan aturan agar roda perekonomian kembali meningkat.
Sementara itu, dengan turunnya kasus Covid-19 juga memberikan angin segar untuk emiten properti dan real estat, PT PP Properti Tbk (PPRO).
Baca juga: Bagaimana Nasib Peserta Tes SKD CPNS 2021 di Jawa-Madura-Bali yang Belum Vaksin? Ini Solusinya
Baca juga: VIRAL, Ojol Antar Pesanan Obat Naik Sepeda Sejauh 15 Km karena Tak Punya Motor, Begini Kisahnya
Baca juga: Lokasi Tes PCR di Tangerang Selatan yang Sudah Sesuai Harga Keputusan Pemerinta
Korporasi pelat merah ini pun optimistis kinerja perseroan akan meningkat.
PPRO pun memproyeksikan pendapatan selama 2021 sebesar Rp 1,7 triliun dan EBITDA sebesar Rp 328 miliar.
Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada pun memperkirakan kinerja PPRO ke depan makin positif.
"Capaian positif ini karena PPRO akan mengembangkan properti KIT Batang yang menjadi salah satu proyek strategis nasional di Jawa Tengah dengan total area seluas 4.300 hektare," kata Reza, Minggu (12/9/2021).
Dalam hal ini, PPRO diketahui telah melakukan kesepakatan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerja sama dengan KIT Batang pada Rabu, 1 September 2021.
Saat ini, ada sekitar 7 hektare yang PPRO siapkan untuk dikembangkan dengan nilai investasinya akan mencapai Rp759 miliar.
"Ke depannya, KIT Batang diproyeksikan mencatat revenue sebesar Rp1,5 triliun tapi ini akan tergantung dari penyerapan dari para tenant. Tampaknya, KIT Batang akan memberikan tambahan kinerja PPRO sehingga nantinya kinerja PPRO dapat tercatat lebih baik di tahun ini," ujar Reza.
Diketahui, perseroan menargetkan peningkatan yang disertai dengan kenaikan liabilitas dan juga ekuitas perseroan.
Hingga akhir tahun ini perseroan menargetkan peningkatan aset dari Rp18,58 triliun pada 2020 menjadi Rp19,62 triliun.
Adapun ekuitas perseroan pada akhir 2021 diharapkan mencapai Rp4,76 triliun serta liabilitas menjadi Rp14,86 triliun.
Menurut Direktur Utama PP Properti I Gede Upeksa Negara, perseroan optimistis akan proyeksi tahun ini karena membaiknya kondisi pandemi Covid-19 dan juga didorong dengan langkah strategis perseroan.
"Seiring dengan membaiknya kondisi Covid-19 yang sudah menurun cukup bagus dan pelaksanaan PPKM juga sudah mulai turun levelnya. Nanti di akhir tahun kita optimis akan mencapai kinerja seperti yang kita harapkan,” ujar Gede beberapa waktu lalu.
Di sisi properti Gede mengungkapkan salah satu strategi perseroan yaitu mendukung program pemerintah baik melalui kawasan industri maupun pariwisata juga akan menjadi pendorong capaian proyeksi PPRO.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pantau-harga-saham.jpg)