Jumat, 1 Mei 2026

Viral Media Sosial

Viral Secangkir Kopi Dibanderol Rp 100.000 di Puncak, Sandiaga Uno Tegaskan Perlunya Pendampingan

Soroti Viral Secangkir Kopi yang Dibanderol Rp 100.000 di Puncak, Sandiaga Uno: Perlu Diberikan Pemahaman

Tayang:
Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Menparekraf Republik Indonesia, Sandiaga Uno dalam audiensi bersama Wali Kota dan Bupati di Kantor Kemenparekraf Republik Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (15/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Video berisi keluhan warga yang mengaku dirugikan setelah membayar segelas kopi seharga Rp 100.000 di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada akhir pekan lalu viral di media sosial.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, sandiaga Uno pun angkat bicara.

Dirinya menegaskan perilaku pedagang tersebut tidak boleh terulang.

Sebab, kedatangan wisatawan yang memicu kemacetan di kawasan Puncak pada akhir pekan lalu itu senyata dapat mendatangkan keuntungan bersama.

Terlebih bagi para pelaku usaha yang berada di sepanjang lintasan menuju kawasan Puncak.

"Nah ini yang perlu disosialisasikan dan diberikan pemahaman. Namun kalau konsepnya menggetok seperti yang terjadi di beberapa daerah, ini yang harus kita hindarkan," jelas Sandiaga Uno.

Sehingga, lanjutnya, para pelaku usaha sepatutnya memberikan pelayanan yang terbaik, termasuk harga yang wajar.

Baca juga: Sandiaga Uno Optimis Kolaborasi dengan PNM Mampu Ciptakan Peluang Usaha & Lapangan Kerja Bagi Rakyat

Baca juga: Sandiaga Uno Sebut Kereta Istimewa Bukti Inovasi Dapat Membuka Peluang Usaha dan Lapangan Kerja

Tujuannya agar fenomena 'kopi getok' yang terjadi tidak menyurutkan langkah masyarakat untuk berlibur ke kawasan Puncak.

"Kita harus hadirkan rasa aman dan nyaman, karena pariwisata di Puncak itu adalah bagian daripada pariwisata yang personalized, customized, localized dan smaller in size," tambahnya.

Mereka yang berlibur ke kawasan Puncak adalah warga yang sengaja menyempatkan diri untuk sejenak terlepas dari rutinitas Ibu Kota.

Para wisatawan yang rata-rata menggunakan kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil itu katanya hanya mencari suasana baru di akhir pekan. 

Baca juga: Sandiaga Uno Ajak Mahasiswa Kembangkan Creativepreneurship untuk Buka Peluang Usaha & Lapangan Kerja

Baca juga: Akhiri Kegelisahan Imbas Sepinya Wisatawan, Sandiaga Uno dan OK OCE Borong Produk UMKM Unggulan

"Mereka mencari kesempatan untuk menghilangkan kepenatan. Nah setelah PPKM berminggu-minggu, kunjungan ke destinasi seperti Puncak itu seperti melepas rindu," ungkap Sandiaga Uno

"Hanya duduk minum kopi, beristirahat sejenak dan lain sebagainya itu sudah dianggap hiburan yang begitu mengesankan," tambahnya.

Oleh karena itu, peran pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sangat dibutuhkan.

Pemda Bogor diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan kepada para pelaku usaha di kawasan Puncak. 

"Nah tinggal dicari tentunya satu pemahaman dan pemerintah harus hadir dalam bentuk pelatihan dan pendampingan," jelas Sandiaga Uno.

"Sehingga para pengunjung tidak merasa diketok," tegasnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved