Lomba

Pelangi Tunjung Jawara 'Lomba Bertutur Tingkat Nasional 2021'

Ajang 'Lomba Bertutur Tingkat Nasional 2021' yang diikuti  siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari 34 provinsi.

istimewa
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI menggelar Lomba Bertutur Tingkat Nasional 2021' yang diikuti siswa-siswi SD/MI dari 34 provinsi dan berlangsung secara virtual, selama tiga hari, dari 7 September s/d 9 September 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pelangi Tunjung K, pelajar dari provinsi Jawa Timur menjadi jawara dalam ajang 'Lomba Bertutur Tingkat Nasional 2021' yang diikuti  siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari 34 provinsi.

Helatan yang diinisiasi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI itu, berlangsung secara virtual selama tiga hari, dari 7 September s/d  9 September 2021. 

Sebanyak 34 siswa-siswi SD/MI mewakili provinsi, menunjukkan kebolehannya beraksi di hadapan lima dewan juri.

Para dewan juri tersebut, yakni Nelwaty (pustakawan utama Perpusnas RI), Kunduri dan Awam Prakoso (pendongeng), Nandha Julistya (pegiat literasi), serta Griselda Jane (psikolog).

Baca juga: Siswa-Siswi SD/MI Perwakilan Provinsi Berlaga di Ajang Grand Final Lomba Bertutur Tingkat Nasional

Baca juga: Terdapat 21 Sosok Ibu Penggerak Literasi di Jakarta yang Terpilih Masuk ke dalam Ibukota Awards 2021

Kelima dewan juri itu, sepakat memberikan angka tertinggi 4.220, atas penampilan Pelangi dan menjadi juara pertama.

Untuk posisi kedua, diberikan kepada Binar Mutiara Yahya dari daerah DI Yogyakarta.

Sedangkan peringkat tiga terbaik diraih Najma Hanania Yazid asal provinsi Banten.

Deni Kurniadi, Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpusnas RI mengatakan,  kemampuan bertutur adalah hasil literasi pada tahap pemahaman dan pemaknaan apa yang tersurat dan yang tersirat yang diperoleh dari kegiatan membaca.

Baca juga: Ibu Ibukota Awards, Sosok Perempuan Penggerak Literasi

Baca juga: Tingkatkan Literasi Digital Agar Menabung dan Pemanfaatan Belanja Online Tetap Seimbang

"Dari kandungan bahan bacaan berbasis konten lokal mereka mendapatkan pesan-pesan moral ataupun keluhuran budi pekerti sebagai bagian dari warisan kekayaan Nusantara," kata Deni.

Oleh karena itu, anak-anak perlu ditanamkan sikap saling menghormati, etika sopan santun, rasa belas kasih, bergotong-royong, menerima setiap perbedaan dan toleransi, serta sikap peduli terhadap lingkungan.

"Sehingga di masa depan mereka tidak hanya menjadi generasi yang cerdas dan berdaya saing namun tetap memiliki kualitas akhlak yang istimewa," ujar Deni.

Sementara itu, menurut Adin Bondar, Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas RI,  lomba bertutur ini merupakan salah satu cara dalam menggiatkan program gemar membaca di kalangan anak-anak. 

Baca juga: Berdayakan Pelaku UMKM Perempuan, Lagi Visa Indonesia Luncurkan Program Literasi Keuangan

Pasalnya, hal ini sangat penting untuk menumbuhkembangkan kreativitas mereka terutama kreativitas dalam membaca.

"Ini penting untuk merangsang kerja otak dan imajinasi mereka dalam menggiatkan dirinya dalam gerakan literasi yang menjadi program pemerintah," kata Adin.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved