Manusia Silver

Terjaring Petugas P3S di Kawasan Danau Sunter, Anak Manusia Silver Menangis Sambil Memanggil Ibunya

Seorang anak manusia silver terjaring razia di perempatan kawasan Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (6/9/2021) sore.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota
Seorang manusia silver diamankan Anggota Satpol PP Jakarta Utara di Jakarta Utara pada Senin (7/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNG PRIOK - Seorang anak manusia silver terjaring razia di perempatan kawasan Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (6/9/2021) sore.

Ia pun sempat menangis dan memanggil ibunya saat dijaring oleh Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Utara

Anak manusia silver yang polesan catnya mulai pudar dan berusia sekitar 10 tahun tersebut tak mau dibawa masuk ke dalam kendaraan P3S dan terus menangis sembari memanggil nama ibunya.

Namun anggota P3S tetap menggiring anak itu masuk ke dalam kendaraan operasionalnya.

Apes, ia hanya sendirian karena teman-teman manusia silver lainnya sudah kabur saat petugas datang. 

"Nggak mau! Mau pulang. Mama...mama....," kata anak manusia silver tersebut saat P3S menggiringnya.

Namun setelah diberi pemahaman oleh petugas P3S, bocah manusia silver dan ember bekas cat yang berisi uang recehan hasil pemberian warga pun mau diangkut ke dalam mobil.

Baca juga: Bangun Sentra Kreasi Atensi, Kemensos Tampung Pemulung, Tunawisma, Manusia Silver untuk Berdagang

Baca juga: Dua Manusia Silver Ngamen Sambil Curi Motor Warga Ditangkap Polisi di Kembangan, Dua Kali Beraksi

Baca juga: Kronologi Dua Manusia Silver Kabur Lewat Jendela Shelter GOR Cengkareng Setelah Ditangkap Satpol PP

Kasi Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Utara, Maria Risda Pasaribu, mengatakan bahwa ada 22 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang dijangkau. 

Penjangkauan dilakukan di lokasi yang rawan PMKS seperti di kawasan Danau Sunter, yaitu tepatnya di perempatan lampu merah Jalan Danau Sunter Selatan dimana ada banyak manusia silver.

"Hari ini (kemarin) kami mulai penjangkauan jam 10.00 WIb, sudah 22 orang dengan berbagai jenis spesifikasi," ujar Maria.

Menurut Maria, kegiatan penjangkauan tersebut dilakukan oleh petugas P3S untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang ketertiban umum. 

Berdasarkan pendataan, mereka yang terjaring berasal dari berbagai kategori mulai dari orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), pengemis dengan modus penjual tisu, hingga gelandangan. 

Setelah dijangkau oleh petugas P3S, puluhan PMKS tersebut langsung dibawa ke Kantor Wali Kota Jakarta Utara untuk dilakukan pendataan maupun tes swab antigen.

"Karena salah satu syarat untuk masuk ke panti itu tes antigen," jelasnya. 

Apabila dinyatakan negatif Covid-19, para PMKS tersebut kemudian dibawa dan diserahkan ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Kedoya, Jakarta Barat dan PSBI Cipayung, Jakarta Timur.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved