Ariza Minta Warga Tetap Waspada. DKI Masuk Lima Besar Nasional Terkait Penyebaran Covid-19
dengan meningkatnya mobilitas orang saat pelonggaran PPKM level 3, penyebaran Covid-19 jadi lebih tinggi
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) meminta warganya tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19.
Apalagi DKI Jakarta kembali masuk dalam peringkat lima besar penyebaran Covid-19 di tingkat nasional.
Pemerintah daerah mengimbau warga tetap berada di rumah dan sekalipun keluar rumah wajib menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Masyarakat harus patuh, disiplin dan bertanggung jawab melaksanakan PPKM level 3 yang telah diperpanjang sampai 13 September 2021.
“Justru sering kami sampaikan, di masa pelonggaran ini potensi orang keluar rumah meningkat, potensi interaksi meningkat dan potensi kerumunan meningkat,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Senin (6/9/2021) malam.
Menurut Ariza, dengan meningkatnya mobilitas orang saat pelonggaran PPKM level 3, penyebaran Covid-19 jadi lebih tinggi. Meski demikian, penyebaran dapat dihindari apabila masyarakat patuh terhadap prokes saat berada di luar rumah.
“Untuk saat-saat sekarang, kita lebih ketatkan lagi, sekalipun ada pelonggaran (aktivitas), tujuannya agar kita cepat menurunkan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” imbuhnya.
Baca juga: Mahkamah Agung Segera Umumkan Jadwal Pelaksanaan SKD CPNS 2021 di Tilok Mandiri Jakarta, KAPAN?
Baca juga: Bisa Meraih Untung Rp 11 Juta, Penipu SMS Berhadiah yang Catut Nama Baim dan Paula Hanya Lulusan SD
Pemprov DKI Jakarta tetap menyiagakan rumah sakit (RS) umum maupun darurat untuk mengantisipasi adanya gelombang ketiga Covid-19.
“RS semuanya standby (siaga), sekalipun ada penurunan kasus yang signifikan ya tenaga kesehatan, obat-obatan, oksigen semuanya standby dan siap melayani apabila ada peningkatan,” kata Ariza.
Meski demikian, pemerintah daerah tidak menginginkan adanya gelombang ketiga Covid-19. Selain banyak warga yang meninggal dunia, lonjakan Covid-19 mengakibatkan pelayanan rumah sakit nyaris kolaps.
Padahal pemerintah daerah bersama stakeholder lain telah menyiapkan 11.000 unit tempat tidur ruang isolasi dan ICU untuk menampung pasien.
“Kami minta masyarakat jadikan protokol kesehatan sebagai kebutuhan sehari-hari, jangan karena ada regulasi dan aparat yang hadir, baru masyarakat disiplin,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat harus menjadikan prokes sebagai kebutuhan sehari-hari, seperti halnya mereka membutuhkan pangan untuk kelangsungan hidup.
Baca juga: Manajemen AHHA PS Pati Pulangkan Zulham Zamrun dan Syaiful Indra Cahya Pasca Insiden Lawan Persiraja
Baca juga: Gara-gara Komentar Bernada Ancaman di TikTok, Wanita Asal Tomohon Terancam 6 Tahun Penjara
Jangan sampai keacuhan masyarakat terhadap prokes menjadi gerbang klaster Covid-19 yang baru. “Jadikan prokes sebagai kebutuhan sehari-hari, sebagaimana kita pakai baju, makan, mandi, gosok gigi dan sebagainya,” ucapnya.
Seperti diketahui, sebaran kasus Covid-19 di Jakarta masuk dalam lima besar di tingkat nasional pada Sabtu (4/9). Dari data yang diunggah Twitter @KawalCOVID19, Dari data yang diunggah Twitter @KawalCOVID19, wilayah Provinsi Jawa Timur memiliki tingkat kasus konfirmasi positif tertinggi dengan 614 orang.
Sementara wilayah selanjutnya yang menjadi penyumbang terbanyak yakni Jawa Barat dengan 545 orang dan provinsi ketiga yakni Sumatera Utara dengan 520 orang.
Kemudian yang menjadi penyumbang kasus positif berikutnya di Jawa Tengah dengan 512 kasus, dan yang berada di urutan kelima yakni wilayah DKI Jakarta dengan 360 kasus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ahmad-riza-patria-di-kompleks-parlemen-senayan.jpg)