Rabu, 29 April 2026

Mercedes Benz, BMW, dan Audi Mundur, Balapan Formula E Dianggap Semakin Tidak Menarik

Mundurnya Mercedes Benz dari keikutsertaan balap mobil listrik Formula E Semakin Dinilai Penyelenggaraan Formula E Tidak Menarik di Mata Penonton

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: LilisSetyaningsih
Kompas.com
Jakarta bakal menjadi tuan rumah turnamen balap mobil bertenaga listrik Formula E 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Mundurnya perusahaan kelas dunia Mercedes Benz dari keikutsertaan balap mobil listrik Formula E mengungkap fakta baru. 

Terlebih absennya Mercedes pada musim ini merupakan pengunduran perusahaan otomotif ketiga, setelah BMW dan Audi pada Desember lalu.

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo mengatakan, pemerintah daerah perlu berkaca dari hengkangnya tiga perusahaan otomotif ini.

Dia menilai, mundurnya industri otomotif besar itu semakin membuat penyelenggaraan Formula E tidak lagi menarik di mata penonton.

Baca juga: Ajang Balap Formula E 2022 di Jakarta Berpotensi Boroskan Anggaran Rp 4,48 triliun

Baca juga: 33 Anggota DPRD DKI Ajukan Interpelasi Formula E, Anies Baswedan: Biarkan Itu Berjalan

“Ini peringatan keras untuk Gubernur yang masih saja ngotot mau menyelenggarakan Formula E Jakarta,” ujar Anggara berdasarkan keterangannya pada Kamis (2/9/2021).

Anggara mengatakan, dengan keluarnya tiga perusahaan raksasa otomotif itu, pihak penyelenggara dianggap sulit mendapat keuntungan dari Formula E.

Tidak hanya berisiko tidak balik modal, penyelenggara dalam hal ini PT Jakart Propertindo (Jakpro) justru isa merugi.

Menurutnya, klaim pemerintah daerah bahwa penyelenggaraan Formula E Jakarta berpotensi untung Rp 1,2 triliun, harus dikaji ulang.

Baca juga: PDIP Nilai Narasi Anies Baswedan Soal Penanganan Covid-19 dengan Formula E Tidak Nyambung

Terutama dengan kondisi pandemi dan absennya tiga nama besar di dunia otomotif balap mobil.

“Ini bukan analisa kami semata, tapi Mercedes Benz mengatakan mundur karena Formula E sudah tidak lagi memberikan keuntungan dari segi transfer teknologi maupun dari segi pemasaran,"kata Anggara.

Jelas ini membuat pamor Formula E semakin anjlok, dan akhirnya resiko kerugian penyelenggaraan semakin tinggi,” ujarnya.

Kata dia, Jakarta sudah sepatutnya mengikuti langkah tiga negara yang batal menyelenggarakan Formula E pada 2021 akibat pandemi Covid-19. Ketiga negara itu adalah Tiongkok, Prancis dan Korea Selatan.

Anggara juga mengingatkan bahwa semua langkah akan diupayakan agar Jakarta tidak mengalami kerugian besar seperti yang dialami Formula E Montreal tahun 2017. Salah satunya Fraksi PSI terus mendorong adanya hak interpelasi agar warga Jakarta tahu bagaimana siasat Gubernur Anies Baswedan menghadapi masalah-masalah yang menghadang rencana Formula E Jakarta.

“Kami sudah berkali-kali dan tidak lelah untuk terus bertanya dalam berbagai forum tanya jawab dengan Gubernur Anies, seperti Pandangan Umum tapi belum juga mendapatkan jawaban yang memuaskan. Interpelasi adalah hak demokrasi kami untuk memastikan uang rakyat tidak dihambur-hamburkan,” katanya. (faf)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved