Selasa, 2 Juni 2026

Advertorial

Waspada! Ini Penyebab Disfungsi Ereksi di Usia Muda

Keberhasilan seorang pria dalam membahagiakan pasangan dapat dilihat dari kemampuannya di ranjang.

Tayang:
Editor: Lucky Oktaviano
Dok. Maestrong
Anda tidak ingin mengalami gangguan keharmonisan dengan pasangan, bukan? Untuk mengatasinya, Anda bisa menerapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan seimbang, tidak minum minuman beralkohol, berolahraga dengan teratur, dan beristirahat dengan cukup.  

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Keberhasilan seorang pria dalam membahagiakan pasangan dapat dilihat dari kemampuannya di ranjang.

Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah kualitas ereksi.

Meski tampak seperti sebuah proses yang sederhana, ereksi memerlukan kerja sama dari beberapa komponen tubuh, di antaranya otak, hormon, otot, saraf, dan pembuluh darah.

Apabila salah satu komponen ini mengalami gangguan, ereksi tidak dapat dipertahankan dengan sempurna selama berhubungan intim.

Gangguan itu biasa disebut disfungsi ereksi atau impotensi.

Sebenarnya tak ada patokan khusus berapa lama ereksi dapat dikatakan normal.

Sebab, hal ini dipengaruhi oleh tingkat kepuasan tiap-tiap pasangan.

Namun, masalah ereksi bisa dikenali dari munculnya beberapa kondisi, seperti ereksi yang kurang kokoh, kurang lama, atau lebih sering terjadi dibandingkan biasanya.

Sayangnya, kebanyakan pria tidak menyadari kondisi tersebut.

Disfungsi ereksi adalah mimpi buruk bagi kaum adam di seluruh dunia.

Menurut sebuah penelitian berjudul “The Global Study of Sexual Attitudes and Behaviours”, yang melibatkan 29 negara, Asia Tenggara menjadi kawasan dengan prevalensi atau jumlah kasus disfungsi ereksi terbesar, yaitu 28,1 persen.

Di Indonesia, menurut spesialis urologi Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U.(K), jumlah kasusnya cukup tinggi, yakni 35,6 persen, pada populasi berusia 20—80 tahun.

Prevalensi disfungsi ereksi akan naik seiring dengan bertambahnya usia.

Meski lebih banyak diderita pria paruh baya, bukan berarti generasi muda bisa luput dari gangguan ini.

Secara umum, disfungsi ereksi dipicu oleh dua faktor, yaitu fisik dan psikologi.

Pria lanjut usia lebih banyak dipengaruhi oleh faktor fisik. Sedangkan pria muda cenderung didominasi oleh faktor psikologi.

Berikut ini adalah beberapa penyebab disfungsi ereksi pada usia muda.

Dengan mengetahui penyebab tersebut, Anda dapat mencari solusi untuk mengatasinya.

1.  Meminum alkohol secara berlebihan

Banyak orang menganggap alkohol dapat meningkatkan gairah seksual. Faktanya tidak demikian.

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan justru menaikkan risiko disfungsi ereksi.

Bahkan, pria muda yang telah rutin minum alkohol harus berjuang keras agar bisa mengalami ereksi kembali dengan normal.

2.  Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Walaupun berperan untuk mengobati tubuh dari penyakit, beberapa jenis obat dapat menimbulkan efek samping, termasuk disfungsi ereksi.

Jenis obat tersebut di antaranya antidepresan, antipsikotik, dan obat kanker prostat.

Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti ganja atau kokain, juga bisa memicu efek samping itu. 

3.  Memiliki berat badan berlebih

Menurut National Institutes of Health, pria dengan indeks massa tubuh (IMT) 25 atau lebih besar berpotensi mengalami gangguan keseimbangan hormon dan fungsi sel serta mengalami resistansi insulin.

Oleh sebab itu, kegemukan sering dianggap sebagai faktor risiko independen untuk disfungsi ereksi.

4.  Mengalami kecemasan

Rasa cemas saat bercinta bisa muncul akibat beberapa faktor, misalnya kekhawatiran mengalami ejakulasi dini atau tidak bisa ereksi.

Kecemasan tersebut bisa mendorong pelepasan hormon adrenalin.

Hal ini akan mengakibatkan aliran darah menjauhi organ tubuh yang kurang vital seperti penis.

Padahal, darah adalah komponen yang kaya dengan oksigen dan diperlukan oleh penis untuk dapat berereksi.

5.  Mengalami kelelahan

Kelelahan adalah salah satu penyebab lazim disfungsi ereksi yang sering diabaikan banyak lelaki.

Kondisi tersebut dapat menurunkan kadar hormon testosteron.

Berdasarkan data International Society for Sexual Medicine, disfungsi ereksi dialami oleh hampir 70 persen pria dengan sleep apnea atau gangguan tidur.

6.  Mengalami cedera pada bagian tubuh tertentu

Cedera di bagian panggul atau sekitar organ vital dapat memengaruhi kemampuan ereksi pria.

Sebab, hal ini dapat mengakibatkan terbentuknya jaringan parut dan menjadikan penis melengkung dengan tidak normal selama ereksi.

Selain itu, kebiasaan mengendarai motor atau sepeda dalam waktu lama juga bisa memicu disfungsi ereksi.

Karena, aktivitas ini menimbulkan tekanan pada area sekitar anus.

Anda yang menderita gangguan ini tentu tidak ingin mengalami gangguan keharmonisan dengan pasangan, bukan?

Untuk mengatasinya, Anda bisa menerapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan seimbang, tidak minum minuman beralkohol, berolahraga dengan teratur, dan beristirahat dengan cukup. 

Selain melakukan empat hal di atas, meminum suplemen penambah stamina yang terbuat dari bahan alami sangat dianjurkan.

Misalnya Maestrong. Kenapa harus yang alami? Ini untuk mencegah efek candu dari bahan kimia dan terhindar dari efek samping lain yang membahayakan.

Selain itu, produk berbahan alami dan aman seperti Maestrong dapat dijadikan terapi untuk mendapatkan kualitas seksual yang maksimal. Ekstrak ginseng, ekstrak guarana, bit merah, dan dekstrosa monohidrat yang terkandung di dalamnya memiliki manfaat untuk vitalitas pria dan wanita dewasa.

Maestrong sudah bisa didapatkan di sebagian apotek, toko obat, dan outlet lainnya di kota Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi distributor resmi, Rico, di 0812-8802-2379, atau menghubungi kontak admin, Nde, di 0813-8813-2056.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved