Perlu Simak Berita-Berita Terupdate Saat Berinvestasi Saham, Ini Kiatnya
Setiap detail informasi penting dapat dijadikan rujukan bagi investor untuk menentukan keputusan investasinya di pasar modal.
Penulis: MNur Ichsan Arief |
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - JAKARTA – Dalam beberapa tahun terakhir, kaum milenial mulai melirik berinvestasi di pasar modal khususnya saham.
Sebagai investor pemula mereka pun rajin mengumpulkan berbagai informasi untuk kemudian dianalisa, sebagai salah satu dasar keputusan mereka untuk berinvestasi.
Sebagai gambaran dalam sepekan terakhir (23-27 Agustus 2021) IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) menguat tipis 0,18 persen, ke posisi 6.041,36 dibandingkan pekan lalu 6.030,77.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Jumat, 27 Agustus 2021, IHSG anjlok 0,28 persen ke posisi 6.041,36. Adapun, nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan terakhir ini naik 0,19 persen menjadi sebesar Rp7.281,343 triliun dari Rp7.267,791 triliun pada pekan kapatalisasi pasar bursa bertambah sekitar Rp13,5 triliun.
Baca juga: Meski IHSG Tertekan, Saham Berikut Ini Masih Layak Dibeli
Baca juga: Bersiap Terbitkan 23 Miliar Saham Baru, Bank Banten Kejar Target Meraih Laba
Kondisi bursa seperti ini membuat investor masih berhati-hati menunggu kebijakan tapering yang akan diterapkan pemerintah Amerika Serikat (AS).
Para ekonom memprediksi rencana kebijakan tapering ini kabarnya akan dimulai pada Semester II tahun ini.
Lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Kebijakan seperti ini pernah dilakukan The Fed pada tahun 2013. Akibatnya investor asing yang ada di pasar modal Indonesia ramai-ramai menarik investasinya.
Terjadilah arus modal keluar yang begitu besar.
Baca juga: OJK dan BEI Janji Lindungi Investor Ritel Pemilik Saham Perusahaan Unicorn
Baca juga: BPK RI Rekomendasikan BPJS Ketenagakerjaan Cut Loss 6 Saham, Pakar Sebut Bikin Gaduh Pasar Bursa
Bagi Indonesia, hal ini berdampak nilai tukar dollar Amerika menguat terhadap Rupiah.
Gambarannya di akhir Mei 2013, kurs rupiah berada di level Rp 9.790/USD sementara pada 29 September 2015 menyentuh level terlemah Rp 14.730/USD, artinya terjadi pelemahan lebih dari 50%.
Kondisi inilah yang kemudian diantisipasi oleh investor.
Ada risiko aliran dana investasi ke luar pasar modal akibat dampak dari tapering. Buat para investor dalam negeri terutama para investor pemula, tidak perlu terlalu khawatir dengan kabar tapering itu. Pasalnya setiap saat selalu saja ada rumor yang berhembus di pasar modal.
Tidak perlu panik. Yang penting dilakukan adalah memantau perkembangan informasi seputar pasar modal yang setiap hari secara khusus menyajikan berita-berita menangani perkembangan bursa saham, baik saat sesi pembukaan maupun penutupan pasar.
News RCTI+ bisa menjadi rujukan pembaca karena menyajikan semua informasi penting terkait pasar modal termasuk saham.
Setiap detail informasi penting dapat dijadikan rujukan bagi investor untuk menentukan keputusan investasinya di pasar modal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/berita-investasi-saham.jpg)