Kamis, 23 April 2026

Berita Jakarta

Jakarta Alami Inflasi Ringan 0,08 persen pada Agustus, Pemicu Utama Pendidikan

Bila dibandingkan dengan daerah tingkat kota yang mengelilingi DKI Jakarta, nilai inflasi di Ibu Kota relatif kecil.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat indeks harga konsumen (IHK) di Ibu Kota pada Agustus 2021 mengalami inflasi ringan sebesar 0,08 persen (M to M).

Bila dibandingkan dengan daerah tingkat kota yang mengelilingi DKI Jakarta, nilai inflasi di Ibu Kota relatif kecil.

Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta Buyung Airlangga mengatakan, kota yang ada di sekeliling Jakarta seperti Kota Bekasi nilai inflasinya menembus 0,25 persen, Kota Bogor 0,08 persen, Tangerang 0,16 persen dan Depok 0,06 persen.

“Kita melihat empat kota yang mengelilingi DKI Jakarta ini pada bulan Agustus semuanya mengalami inflasi. Jika dibandingkan dengan kota-kota di sekeliling DKI Jakarta, inflasi Jakarta relatif kecil,” ujar Buyung yang dikutip dari YouTube BPS DKI Jakarta pada Rabu (1/9/2021).

Baca juga: PPKM Level 3 Diperpanjang hingga 6 September 2021, Anies Baswedan Minta Warganya Bersabar

Baca juga: CALO DARAH Berkeliaran di Jakarta Barat, Berani Minta Rp 1 Juta Per Kantong Darah

Menurutnya, ada beberapa faktor yang memicu terjadinya inflasi di Jakarta. Salah satunya karena pelonggaran aktivitas usaha secara terbatas pada pusat perbelanjaan, restoran, rumah makan, bantuan sosial hingga stimulus usaha dari pemerintah.

Sejumlah faktor itu membuat permintaan barang dan jasa meningkat, sehingga harganya pun merangkak naik.

“Komoditas utama penyumbang inflasi adalah biaya untuk perguruan tinggi sebesar 0,03 persen, sekolah menengah pertama 0,02 persen dan biaya sekolah menengah atas 0,02 persen,” katanya.

Dari sisi pengeluaran rumah tangga, kelompok pendidikan paling banyak mengalami inflasi. U

ntuk sektor pendidikan nilai inflasinya mencapai 1,35 persen, kesehatan 0,57 persen, perlengkapan rumah tangga 0,23 persen, perawatan pribadi 0,22 persen, transportasi 0,09 persen dan restoran 0,07 persen.

Baca juga: Gelar PTM Kedua, Ini Evaluasi SDN Lebak Bulus 04: Saking Semangatnya, Banyak Siswa Datang Kepagian

“Kita bisa melihat memang pendidikan mengalami inflasi 1,35 persen, mungkin ini mulainya tahun ajaran baru. Jadi ada biaya sekolah,” ujarnya.

Buyung mengatakan, peningkatan inflasi pada bulan Agustus 2021 mengindikasikan mulai membaiknya perekonomian Jakarta selepas PPKM darurat bulan Juli lalu. Pemulihan ekonomi ini terjadi melalui penguatan permintaan dari masyarakat.

Kata Buyung, inflasi Jakarta dalam empat tahun terakhir terus berfluktuasi di kisaran -0,05 persen hingga 0,51 persen. Pergerakan inflasi tahun 2018 dan 2019 memiliki pola yang hampir sama.

Namun memasuki masa pandemi Covid-19 pada tahun 2020 terjadi perbedaan, di mana tingkat inflasi cenderung rendah seiring dengan terhempasnya perekonomian.

Baca juga: Nasib Munarman Tak Jelas usai Dituduh sebagai Teroris, TP3 Minta Hentikan Kriminalisasi

Pasalnya, pemerintah mengambil langkah pembatasan sosial dan ekonomi demi menekan penyebaran Covid-19.

Perbedaan pola fluktuasi tersebut berlanjut di tahun 2021 dengan tingkat inflasi yang lebih fluktuatif sejalan dengan mulai pulihnya perekonomian. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada Agustus 2021 terjadi peningkatan inflasi, sementara pada Agustus tahun 2018-2020 Jakarta selalu mengalami penurunan inflasi bahkan terjadi deflasi pada tahun 2020.

Inflasi Agustus 2021 tercatat sebesar 0,08 persen, meningkat 0,12 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi -0,04 persen. Angka tersebut juga merupakan inflasi tertinggi dibanding inflasi Agustus 2018-2020.

“Ini menunjukkan bahwa inflasi Agustus tahun ini melampaui inflasi Agustus pada masa normal sebelum pandemi,” katanya. (faf)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved