Breaking News:

Bisnis

Hadiah Suzuki Ignis dari Ichitan WhatsApp-an Diraih Pejuang Tenaga Kesehatan Asal Sukajaya Bogor

Di bulan kemerdekaan ini, Ichitan kembali menemukan pemenang hadiah utama dari Ichitan WhatsApp-an yakni satu unit mobil Suzuki Igniss.

Istimewa
Ahmad Muhtarom (41 tahun), tenaga kesehatan bersama keluarganya saat menerima hadiah utama satu unit Suzuki Ignis dari Ichitan WhatsApp-an di rumahnya di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. 

Setiap harinya pun Ahmad harus menempuh perjalanan jauh sekitar dua jam dengan menggunakan sepeda motornya untuk menuju salah satu rumah sakit di Jakarta, tempat ia bekerja.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pejuang tenaga kesehatan (nakes) masih menjadi salah garda terdepan dan pahlawan bangsa dalam menangani kasus Covid-19.

Tidak hanya pemerintah, berbagai pihak juga terus memberi bantuan dan dukungan terhadap para nakes agar mereka tetap semangat dalam menjalani tugasnya.

Baca juga: STP Lepas Puluhan Mahasiswa Terpilih Program Magang SAIL–Shrimp Farm Technician STP

Salah satunya adalah Ichitan, produk nomor satu Milk Tea di Indonesia, yang lebih dari sebulan terakhir ini telah membagikan kebahagiaan dan cerita inspiratif dari puluhan pemenang Ichitan WhatsApp-an.

Di bulan kemerdekaan ini, Ichitan kembali menemukan pemenang hadiah utama dari Ichitan WhatsApp-an yakni satu unit mobil Suzuki Ignis, yang jatuh kepada seorang nakes bernama Ahmad Muhtarom (41 tahun) dari Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Ahmad adalah seorang kepala keluarga yang tinggal bersama Heni Suhaeni, seorang istri (39 tahun) dan dua anak yang berumur 7,5 tahun dan 3,5 tahun.

Baca juga: 5 Fakta Tanda Cinta IKEA untuk Indonesia, dari Lestarikan Budaya hingga Dukung Pertumbuhan UMKM

Menginspirasi

Cerita keluarga Ahmad sendiri sungguh dapat menginspirasi masyarakat.

Selain menjadi kepala keluarga, Ahmad juga telah lama berprofesi sebagai nakes di salah satu rumah sakit di Jakarta, yang mana saat ini ia harus menjadi salah satu garda terdepan dan memiliki resiko terpapar virus Covid-19 yang sangat tinggi.

Ahmad sempat menceritakan pengalaman kerjanya sebagai nakes di kala pandemi dimana pendapatannya harus berkurang, namun beliau harus mengeluarkan semangat dan tenaga dua kali lipat lebih banyak dibandingkan sebelumnya karena jumlah pasien yang meningkat serta ia harus merawat pasien Non Covid-19 dan pasien Covid-19.

Setiap harinya pun Ahmad harus menempuh perjalanan jauh sekitar dua jam dengan menggunakan sepeda motornya untuk menuju salah satu rumah sakit di Jakarta, tempat ia bekerja.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved