Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Nasional

Wamenkes: Apoteker Harus Beradaptasi Dengan Dunia Digital

Penggunaan teknologi informasi diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menjawab tantangan di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini.  

Tayang:
Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Ign Agung Nugroho
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, saat membuka Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang berlangsung secara virtual, 26 - 28 Agustus 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Apoteker sebagai salah satu tenaga Kesehatan yang melayani masyarakat secara langsung, diharapkan dapat beradaptasi untuk mengimplementasikan teknologi komunikasi dan informasi secara komprehensif dan holistik.

Pendapat itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, saat membuka Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang berlangsung secara virtual, 26 - 28 Agustus 2021.

Dante mengatakan, penggunaan teknologi informasi diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menjawab tantangan di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini.  

Baca juga: Rakernas Ikatan Apoteker Indonesia Soroti Pentingnya Dibentuk Perhimpunan Farmasi Militer

"Pemerintah selalu mendukung upaya pemanfaatan teknolog dalam dunia kesehatan, salah satunya menerbitkan Permenkes mengenai pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi terkait pelayanan Kesehatan," kata Wamenkes.

Oleh karena itu menurutnya, Kementerian Kesehatan sangat mengapresiasi Langkah IAI dalam menyelenggarakan pertemuan ilmiah ini sebagai upaya memajukan dan mentransformasikan praktek kefarmasian. 

"Kami berharap hal ini bisa menjadi momentum bagi apoteker untuk meningkatkan pelayanan Kesehatan, terutama upaya penanggungalan pandemic Covid-9 saat ini, termasuk pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan kefarmasian," kata Dante.

Baca juga: Kabar Gembira buat Emak-emak, Dirut PNM Siap Turunkan Bunga Cicilan Nasabah Mekaar

Pekan Ilmiah Tahunan (PIT)  Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2021 ini, merupakan rangkaian Rakernas IAI yang mengusung tema ‘The Opportunities of Pharmacists’ Digital Services in Pandemic Recovery’.

Helatan yang berlangsung secara daring ini diikuti  hampir 4000 apoteker dari seluruh Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum PP IAI, Nurul Falah Eddy Pariang mengatakan, tema yang diangkat kali ini sangat kekinian, aktual dan up todate untuk dibahas.

Baca juga: Mohammad Idris Sebut Rekonsiliasi Data Covid-19 dengan Kemenkes dan Pemprov Jabar Telah Selesai

"Tujuan agar apoteker tidak gagap dan gugup menghadapi teknologi digital di bidang Kesehatan, utamanya dalam praktek kefarmasian di seluruh pharmaceutical sites mulai industri farmasi, distribusi farmasi dan pelayanan kefarmasian," kata Nurul Falah.

Saat ini teknologi informasi begitu digdaya berevolusi dan digitalisasi menjadi anak kandungnya dunia Kesehatan, termasuk kefarmasian.

Bahkan, seluruh aspek kehidupan mengalami keadaan yang penuh gejolak (volatility), ketidakpastian (uncertainty), situasinya menjadi kompleks dan rumit (complexity) dan serba tidak jelas (ambiguity), yang kalau disingkat menjadi VUCA.

Baca juga: Blusukan ke Apotek Cek Ketersediaan Obat, Jokowi Dinilai Tunjukkan Ketidakpercayaan pada Menterinya

‘’Kebayang kan, bahwa dunia kefarmasiaan juga tidak lepas dari VUCA. Sehingga kalau praktik kefarmasian yang kita lakukan masih secara konvensional, maka bukan tidak mungkin kalau di masa yang tidak terlalu lama ke depan menjadi usang dan kita akan tunggang langgang,’’ ucap Nurul Falah.

Dia menambahkan, dengan digelarnya kegiatan ini, IAI berupaya menganalisis, menambah pengetahuan, meningkatkan kompetensi digital agar profesi apoteker semakin digandrungi masyarakat dan berkontribusi besar, yaitu manfaatnya dirasakan oleh negara dan bangsa.

"Pendeknya, apoteker harus bersahabat akrab dengan wilayah digital," kata Nurul Falah. (ign).

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved