Pajak Kendaraan Bermotor

Korlantas Polri Uji Coba Aplikasi Signal, Ribuan Masyarakat Bayar Pajak Kendaraan secara Online

Korlantas Polri memudahkan pemilik kendaraan. Sebab untuk bayar pajak kendaraan bermotor (PKB) kini tak perlu pergi ke samsat, cukup lewat online.

Editor: Valentino Verry
Korlantas Polri Uji Coba Aplikasi Signal, Ribuan Masyarakat Bayar Pajak Kendaraan secara Online
Istimewa
Direktur Ditregident Korlantas Polri, Brigjen (Pol) Yusuf, mengatakan masyarakat tak perlu bingung mengurus perpanjangan STNK, dsb melalui Samsat. Sebab saat ini telah ada aplikasi Signal yang bisa diakses secara online saat PPKM Darurat.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aplikasi Samsat Digital Nasional (Signal) banyak diminati masyarakat. Buktinya sejak diuji coba tanggal 21 Juli 2021 hingga 13 Agustus 2021 sudah sebanyak 36.531 orang yang  menganduh atau mengakses aplikasi tersebut.

Dari jumlah tersebut 18.860 kendaraan sudah melakukan pendaftaran sementara sebanyak 5.131 berhasil melakukan pembayaran dengan nilai pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar Rp 6.927.823.956 dan nilai SWDKLJ Rp 403.544.500.

Baca juga: Densus 88 Duga Teroris JI Ikut Berpolitik, Galang Dana Pakai Kotak Amal dan Tablig Akbar

Signal adalah aplikasi yang dirancang dan dibangun oleh Korlantas Polri untuk memudahkan masyarakat melakukan pengesahan STNK tahunan, pembayaran pajak ranmor dan SWDKLJ.

Dengan sistem ini, masyarakat dapat membayar pajak kendaraan kapan dan dimana saja, one stop service.

Aplikasi Signal ini merupakan generasi kedua setelah Samsat Online Nasional (Samolnas).

Untuk tahap pertama wilayah kerja Signal  diterapkan di 15 provinsi yakni DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, NTB, Sumbar, Riau, Jambi, Bengkulu, Kepri, Sulsel, Sulbar dan Sultra.

Baca juga: TIDAR DKI Jakarta Gelar Vaksinasi Covid-19 di Menteng Diapresiasi Ahmad Muzani: Kita Dorong Terus

"Uji coba ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Apresiasi dari masyarakat ini merupakan cambuk bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik," kata Direktur Ditregident Korlantas Polri Brigjen Pol Yusuf, Sabtu (21/8/2021).

Menurut dia, Signal adalah implementasi dari transformasi Polri di bidang pelayanan dengan menampilkan pelayanan yang modern dan berkualitas.

Hal ini sejalan dengan program Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yaitu mewujudkan Polri yang Presisi mampu memprediksi kebutuhan masyarakat ke depan, memiliki rasa tanggung jawab sosial serta sekaligus mampu bekerja secara transparan yang berkeadilan.

"Program ini juga sejalan dan merupakan penjabaran serta implementasi dari program pemerintah untuk meningkatkan pelayanan publik berbasis digital," ungkapnya.

Baca juga: Oknum Anggota Satpol PP Peras PKL, Kasatpol PP Jakarta Barat: Sudah Lima Anggota Kami Pecat

Kasubdit STNK Ditregident Korlantas Polri Kombes Pol M Taslim Chairuddin menambahkan dari analisa dan evaluasi terhadap uji coba Signal ini dapat dijabarkan.

Pertama, mengapa jumlah pengunduh 36.531 bila dibandingkan dengan jumlah yang melakukan transaksi berbeda jauh.

Ini antara lain, pertama cukup banyak mereka yang mengunduh, tetapi belum memulai untuk melakukan proses transaksi. 

Kedua, mereka mengunduh hanya sekedar ingin tahu aplikasi yang kita bangun setelah mengunduh mereka tidak melanjutkan lagi dengan transaksi.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved