Kamis, 23 April 2026

Energi Terbarukan

Kolaborasi Sekolah Vokasi UGM dan SUN Energy Kembangkan Teknologi Panel Surya

Dalam kegiatan belajar-mengajar, dosen praktisi dari SUN Energy mendukung pengembangan kurikulum baru Vokasi UGM mengenai energi baru dan terbarukan.

Editor: Fred Mahatma TIS
Istimewa
PT Surya Utama Nuansa (SUN Energy) berkolaborasi dengan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) dalam mengembangkan salah satu energi terbarukan, yakni teknologi tenaga surya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Berbagai negara gencar melakukan gerakan bersama mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals disingkat SDGs) dalam beberapa inisiatif, diantaranya melalui pengurangan emisi karbon dengan penggunaan energi baru terbarukan.

Hal ini karena makin disadari bahwa perubahan iklim menjadi ancaman yang kian nyata bagi bumi.

Pemerintah Indonesia dalam komitmennya sesuai Paris Agreement, sebuah kesepakatan global untuk menghadapi perubahan iklim, berupaya memenuhi target 23% bauran energi di tahun 2025.

Baca juga: Dukung Energi Baru Terbarukan, Sekolah Global Sevilla Gunakan Solar Panel untuk Kebutuhan Listriknya

Komitmen untuk mewujudkan hal tersebut membutuhkan sinergi multi-stakeholders, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, BUMN, institusi pendidikan, serta perusahaan swasta.

Perguruan tinggi sebagaistakeholders yang memiliki peranan penting dalam edukasi, penelitian dan pengembangan teknologi energi surya, diharapkan dapat mencetak generasi muda yang dapat mengembangkan energi hijau, khususnya tenaga surya sebagai alternatif sumber energi listrik.

Baca juga: Generasi Muda, Aktor Utama untuk Lindungi Bumi dari Perubahan Iklim Melalui Energi Terbarukan

Kurikulum energi terbarukan

Dr Ing Ir Agus Maryono Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), dalam siaran resminya, Kamis (18/8/2021), mengharapkan kerjasama antara SV UGM dan SUN Energy sesuai Tridharma perguruan tinggi dapat dilaksanakan secepatnya di tahun ini.

Kegiatan belajar-mengajar yang menghadirkan dosen praktisi dari SUN Energy untuk mendukung pengembangan kurikulum baru mengenai energi baru dan terbarukan, pelaksanaan program pengabdian masyarakat di beberapa desa, hingga penelitian teknologi tenaga surya diharapkan bisa mencetak lulusan yang berkualitas dan siap kerja di industri masa depan, dan mendorong sumber daya manusia untuk terus meningkatkan pendidikan di bidang ini hingga jenjang yang tinggi.

Baca juga: PLN Percepat Listriki Desa Terpencil di Papua, Mayoritas Pakai Tenaga Surya

Garry Perdana Direktur SUN Energy menuturkan, “SUN Energy senang dan bangga, penandatanganan nota kesepahaman dengan SV UGM ini mengawali serangkaian kegiatan perayaan HUT ke-5 SUN Energy selama 1 bulan ke depan. Untuk itu, sesegera mungkin komitmen SUN Energy kepada SV UGM dapat dilaksanakan pada bulan ini.”.

Perwujudan kerjasama ini terdiri dari empat poin, lanjut Garry, yaitu implementasi pembangunan PLTS sebagai energi alternatif di bangunan kampus, pengembangan Tempat Uji Kompetensi dan Lembaga Sertifikasi Profesi di sektor energi tenaga surya, peningkatan pengetahuan melalui kuliah umum dengan dosen tamu dari SUN Energy satu bulan sekali, penyerapan tenaga sumber daya manusia menjadi karyawan magang, hingga pengabdian masyarakat di daerah KKN.

Baca juga: Ganjar Dorong Pengembangan Proyek Geothermal Kawasan Dieng untuk Kemandirian Energi hingga Wisata

Lapangan kerja

Menurut Fabby Tumiwa, Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), setiap 1 GW akan membuka lapangan kerja hingga 20.000 – 30.000 dan transisi energi hijau ini diproyeksikan akan menciptakan 3,6 juta lapangan kerja hingga tahun 2050.

“Demi menurunkan dampak emisi gas rumah kaca, penyediaan energi bersih melalui energi surya menjadi salah satu strategi yang paling mudah dan tepat saat ini,” paparnya.

Berdasarkan grand strategi energi nasional 2020 -2035, pemerintah mengharapkan tambahan pembangkit listrik energi baru terbarukan sebesar 38 GW dengan prioritas pada pembangkit listrik tenaga surya mengingat potensi tenaga surya yang berlimpah, kecepatan konstruksi dan harga yang semakin kompetitif.

Akademisi dan generasi muda

Chrisnawan Anditya, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan KESDM, mengatakan, pemerintah membutuhkan dukungan bersama, baik pelaku usaha, asosiasi, akademisi dan generasi muda. Keterlibatan akademisi maupun generasi muda melahirkan inovasi baik dalam pengembangan EBT, pemanfaatan energi surya dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kementrian ESDM menyambut baik kerjasama ini, serta berharap  kegiatan ini dapat berkontribusi maksimal terhadap pengembangan EBT khsusunya tenaga surya dan juga menjadi insiatif bagi pendidikan tinggi lainnya,” tuturnya.

Sudah sangat terasa

Sedang Wikan Sakarinto, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, mengatakan, Urgensi penggunaan energi baru terbarukan sudah sangat terasa di Indonesia.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved