Breaking News:

Pandemi Virus Corona

Pemprov DKI Siapkan Program Bantuan Anak Yatim Akibat Pandemi Virus Corona

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menyiapkan program bantuan bagi anak-anak yatim yang ditinggal orangtua akibat Covid-19.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Joko Suprianto
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat memberikan bantuan kepada anak yatim yang ditinggal orangtuanya akibat Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menyiapkan program bantuan bagi anak-anak yatim yang ditinggal orang tua akibat Covid-19. Program itu harapkan dapat membantu mereka yang terdampak.

Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria saat memberikan bantuan kepada 200 anak yatim yang ditinggal orang tuanya akibat Covid-19 di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (19/8).

Baca juga: Imam Budi Hartono Sebut Depok Bakal Terapkan Mobil Berbasis Listrik dan Stasiun Pengisian Listrik

"Kita akan carikan program dan bantuan bagi anak-anak yang menjadi yatim, apalagi yatim-piatu karena orangtuanya meninggal karena covid," kata pria yang akrab disapa Ariza ini.

Diungkapkan politikus Gerindra itu, pihaknya masih melakukan pendataan jumlah anak-anak di DKI Jakarta yang menjadi yatim-piatu karena ditinggal orang tuanya karena meninggal akibat Covid-19.

"Nanti kita akan mendata, kita sedang mendata berapa sebetulnya orang tua yg meninggalkan anak-anaknya, menjadi anak yatim," katanya.

Dikatakan Ariza, bahwa ditinggal orangtua yang di cintai merupakan takdir allah swt, sehingga harus menerima dengan lapang dada.

Setiap orang yang ditinggalkan pun juga harus memotivasi diri, untuk bisa berbuat lebih baik lagi, untuk meneruskan perjuangan orang tua.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya: Pandemi Covid-19 Skenario Tuhan Supaya Kita Kembali ke Jati Diri Bangsa

"Bagi istri yang ditinggalkan semoga bisa meneruskan cita-cita suami, menghidupi anak-anak. Saya yakin ibu-ibu ikhlas dan kuat, karena tidak ada beban berat yang diberikan oleh Allah kepada hambanya. InsyaAllah nanti digantikan yang terbaik," ucapnya.

Sebelumnya, Jasra Putra, Komisioner KPAI, saat ini beberapa kementerian sedang gencar mendata anak-anak yang ditinggal orang tua selama pandemi.

Menurutnya, saat ini Indonesia tak mudah melakukan pencatatan data anak-anak yang ditinggal orang tua, walaupun Indonesia sudah memiliki data melalui Kartu Keluarga, karena banyak menganut beragam pengasuhan.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved