Meski Banyak Tantangan, Pengusaha HPTL Mulai Manfaatkan Limbah Tembakau Lokal
saat ini masih terdapat tantangan dalam menggunakan limbah tembakau sebagai bahan baku nikotin cair, dan terutama mengenai yield yang dihasilkan.
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Para pelaku usaha hasil produk tembakau lainnya (HPTL) melakukan inovasi dengan manfaatkan bahan baku lokal untuk memproduksi nikotin cair sebagai bahan utama liquid vape.
Hal itu yang dilakukan Tabacaroma, perusahaan lokal yang produksi nikotin cair yang diproduksi berasal dari limbah tembakau berupa sisa daun dan batang tembakau.
Manajer Tabacaroma Frans Sigid mengatakan pihaknya mulai menggunakan limbah tembakau dari bahan baku lokal pada tahun 2019 untuk memaksimalkan hasil pertanian tembakau.
“Bahan bakunya berasal dari sisa daun tembakau, atau batang sisa proses perajangan tembakau untuk pasokan pabrik rokok. Sehingga industri HPTL tidak menganggu pasokan pabrik rokok,” ujar Frans, melalui keterangan tertulis, Rabu (18/8/2021).
Frans menjelaskan pihaknya mulai memanfaatkan bahan baku lokal didasari konteks Indonesia yang jadi salah satu penghasil tembakau terbesar di dunia dengan produksi 150 ribu ton per tahun.
Baca juga: Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional Capai 43 Persen, Ini Sebarannya
Baca juga: Zulkifli Hasan: Jangan Ada yang Berpikir Cari Untung Dalam Penanganan Covid-19
Meski demikian Frans mengaku saat ini masih terdapat tantangan dalam menggunakan limbah tembakau sebagai bahan baku nikotin cair, dan terutama mengenai yield yang dihasilkan.
“Teknologi ekstraksi nikotin ini cukup kompleks, tidak asal diekstrak. Teknologi kunci kami yaitu bagaimana bisa mengisolasi nikotin, jumlahnya kecil agar yield yang dihasilkan 0,3-0,5 per ton material,” jelas Frans.
Frans berharap pemanfaatan bahan baku lokal ini dapat dilakukan secara masif oleh pelaku usaha HPTL lain agar teknologinya dapat dikembangkan bersama dan ekosistemnya berjalan dengan baik.
Sekjen Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita mengatakan bahwa kebutuhan pasokan bahan baku industri HPTL nasional sebanyak 7-9 ton nikotin cair per tahun dipenuhi dengan limbah pertanian tembakau.
“Karena kita produksi di Indonesia dan bahan baku di sini sangat berlimpah, tentu peluang pengembangan industri HPTL nasional ini masih sangat besar,” ucap Garin.
“Petani juga mendapat penghasilan tambahan dengan menjual limbah tembakau ke pelaku usaha HPTL,” ujar Garin, yang juga Direktur PT Nikotin Karya Bangsa, salah satu produsen nikotin cair yang sudah menggunakan bahan baku lokal.
Baca juga: Tinggal Bareng di Lapas Gunung Sindur, Ryan Jombang Dianiaya Habib Bahar hingga Muntah Darah
Baca juga: Pemprov DKI Libatkan Kemenkes Awasi Harga Tes PCR Maksimal Rp495 Ribu sesuai Permintaan Presiden
Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno menyambut baik pemanfaatan bahan baku lokal oleh industri HPTL nasional.
Pemerintah pun diharapkan dapat ikut berperan mendorong industri dan memberikan dukungan kepada petani guna menopang keberlangsungan industri HPTL ini.
“Pemerintah harus melakukan pemetaan, dimana posisi petani dalam ekosistem tersebut. Kemudian juga perlu diberikan sejumlah fasilitas penunjang pada skala petani bukan industri. Misalnya mesin penyulingan sederhana seperti industri minyak nilam di Aceh,” kata Soeseno.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bahaya-vape-atau-rokok-elektrik.jpg)