Breaking News:

Berita Nasional

Pangkas Jumlah Komisaris dan Direksi, Garuda Indonesia Hemat Rp 700 Juta per Bulan

Sebelumnya Garuda Indonesia melakukan efisiensi terhadap karyawan dan dilakukan juga terhadap jajaran komisaris dan juga direksi.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Feryanto Hadi
Garuda Indonesia
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) Tbk atau GIAA mengalami kesulitan keuangan akibat dampak pandemi Covid-19 yang membuat anjloknya jumlah penumpang.

Di sisi lain, utang perseroan terus menumpuk hingga mencapai Rp 70 triliun dan diperkirakan terus bertambah Rp 1 triliun tiap bulannya.

Untuk mengatasi kondisi krisis keuangan yang terjadi pada maskapai plat merah ini, perseroan memastikan terus melakukan langkah efisiensi.

Dalam pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Garuda Indonesia yang dihelat Jumat (13/8) lalu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memutuskan untuk mengurangi jumlah komisaris dan direksi Garuda Indonesia.

Adapun jumlah pengurangan komisaris dari lima menjadi tiga orang serta jumlah direksi dari delapan orang menjadi enam orang. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya transformasi dan efisiensi di PT Garuda Indonesia.

Lalu seberapa efisienkah pengurangan jumlah Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia guna mengatasi kesulitan keuangan yang kini dihadapi oleh maskapai plat merah ini?

Baca juga: Mengundurkan Diri dari Komisaris Garuda Indonesia, Yenny Wahid: Masalahnya Seabrek-abrek

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Irfan Setiaputra mengatakan, pengurangan anggota direksi dan komisaris memberikan penghematan bagi perusahaan hingga Rp 700 juta per bulan.

Menurut Irfan, dengan pengurangan satu wakil direktur utama, satu direktur dan dua komisaris bila melihat persentasenya tidak besar,” ungkap Irfan saat acara Dialog Interaktif Nasional secara virtual yang dilakukan Tribun Network, Senin (16/8).

Menurut Irfan, pengurangan anggota direksi dan komisaris ini sebagai sinyal kepada pihak internal dan external bahwa perusahaan terus mencari cara dalam melakukan efisiensi dan upaya penghematan.

“Selain itu, sejak awal Agustus 2021 gaji komisaris dan direksi Garuda Indonesia untuk sementara waktu dipotong 50 persen, jadi lebih nggak terlalu berasa.

Baca juga: Garuda Indonesia Bisa Kembali Untung, Pengamat Keuangan Ini Beberkan Syaratnya

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved