Senin, 20 April 2026

Virus Corona

BOR Nasional Turun Jadi 48,14 Persen, Jokowi Minta Testing Covid-19 Terus Diperbanyak

Di DKI Jakarta, BOR yang sempat menembus angka 90 persen, kini turun drastis menjadi 29,4 persen. Penurunan juga terjadi di sejumlah provinsi di Jawa.

Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), berhasil menurunkan tingkat keterisian tempat tidur alias bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), berhasil menurunkan tingkat keterisian tempat tidur alias bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit.

Penurunan BOR itu tidak hanya terlihat di seluruh provinsi di Jawa, tapi juga secara nasional.

Di DKI Jakarta, BOR yang sempat menembus angka 90 persen, kini turun drastis menjadi 29,4 persen. Penurunan juga terjadi di sejumlah provinsi di Jawa.

Baca juga: 116 Warga Tangerang Selatan Jadi Pasien Baru Covid-19 pada 14 Agustus 2021

“Alhamdulillah BOR di Jakarta sudah berada di kisaran 29,4 persen."

"Di Jawa Barat 32 persen, di Jawa Tengah 38,3 persen, di Jawa Timur 52,3 persen, di Banten 33,4 persen."

"Di Daerah Istimewa Yogyakarta 54,7 persen,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Minggu (15/8/2021).

Baca juga: Tak Usah Khawatir, Vaksin Covid-19 Tidak Menurunkan Kesuburan Pria dan Wanita

“Juga BOR di Wisma Atlet yang juga sudah turun di angka 19,64 persen."

"Secara nasional, BOR nasional kita berada di angka 48,14 persen,” imbuhnya.

Seiring dengan hal tersebut, Jokowi meminta agar vaksinasi Covid-19 harian terus dipercepat.

Baca juga: Anies Baswedan: Penentuan Level PPKM Bukan Dilihat dari Penglihatan, tapi Ukuran

Menurutnya, saat ini vaksinasi harian secara nasional telah mencapai 1,6 juta suntikan dalam satu hari pada puncaknya.

Jokowi juga meminta agar dilakukan isolasi terpusat yang memegang peranan penting dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.

Demikian juga dengan pengetesan dan penelusuran kasus konfirmasi positif Covid-19 yang diminta untuk terus ditingkatkan.

Baca juga: Anies Baswedan Ibaratkan Penanganan Covid-19 di Jakarta Seperti Menambal Atap Rumah yang Bocor

“Seminggu terakhir saya melihat angka testing kita berkisar di antara 130 ribu sampai 140 ribu, dan untuk indikator tracing kita di antara 5 sampai 7."

"Meskipun ini masih berada di kategori sedang, tetapi saya patut mengapresiasi karena ada peningkatan.”

“Testing harus terus diperbanyak agar kita mengetahui mereka yang terpapar sehingga segera bisa ditangani dan tidak menularkan kepada orang lain,” perintah Jokowi.

Baca juga: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi: Dunia Tidak Siap Hadapi Pandemi Berskala Sebesar Seperti Saat Ini

Kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini sebanyak 384.807 orang per 15 Agustus 2021, dan sebanyak 117.588 orang meninggal.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 14 Agustus 2021, dikutip Wartakotalive dari laman Covid19.go.id:

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 839.268 (21.9%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 653.742 (17.1%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 442.979 (11.6%)

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 356.310 (9.3%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 139.464 (3.6%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 137.525 (3.6%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 124.249 (3.2%)

RIAU

Jumlah Kasus: 113.839 (3.0%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 96.953 (2.5%)

BALI

Jumlah Kasus: 94.956 (2.5%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 81.325 (2.1%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 80.163 (2.1%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 58.072 (1.5%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 54.611 (1.4%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 52.686 (1.4%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 49.837 (1.3%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 42.044 (1.1%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 41.636 (1.1%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 39.356 (1.0%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 34.377 (0.9%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 31.371 (0.8%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 29.956 (0.8%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 29.386 (0.8%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 27.605 (0.7%)

ACEH

Jumlah Kasus: 27.123 (0.7%)

JAMBI

Jumlah Kasus: 24.708 (0.6%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 23.060 (0.6%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 21.450 (0.6%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 21.284 (0.6%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 18.477 (0.5%)

MALUKU

Jumlah Kasus: 14.051 (0.4%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 11.162 (0.3%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 10.370 (0.3%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 10.156 (0.3%). (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved