Selasa, 14 April 2026

Berita Jakarta

Gubernur Anies Dijuluki 'Duta Lebih Bayar', Ade Armando dan Denny Siregar Kompak Serang Anies

Ade Armando turut membagikan poster dan tangkapan layar sejumlah pemberitaan mengenai temuan lebih bayar untuk sejumlah proyek di DKI Jakarta.

Editor: Feryanto Hadi
Kolase Warta Kota
Kolase Ade Armando dan Anies Baswedan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Serangan masif kembali dilancarkan kepada sosok Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Nama Anies menjadi trending topik beriringan dengan julukan yang disematkan kepadanya, yakni Duta Lebih Bayar.

Julukan tersebut tersebar melalui sebuah poster yang dibagikan oleh sejumlah pihak.

Dalam poster tersebut, terdapat foto Anies yang sedang membaca buku.

Baca juga: Bela Jokowi, Eko Kuntadhi: Lebih Baik Juga Pesawat Dicat Merah-putih, ketimbang Firza di-Chat Mesum

Baca juga: Angga Dwimas Heran, Dinar Candy Diancam 10 tahun Penjara, Juliari Batubara Cuma Dituntut 11 Tahun

Sampul buku pun telah diedit menjadi 'How To Lebih Bayar'.

Dosen Universitas Universitas Indonesia, Ade Armando turut membagikan poster dan tangkapan layar sejumlah pemberitaan mengenai temuan lebih bayar untuk sejumlah proyek di DKI Jakarta.

Ade Armando bahkan menyebut, adanya beberapa kasus lebih bayar yang terjadi di lingkungan Pemprov DKI patut diduga ada modus korupsi di dalamnya.

Baca juga: Ade Armando Kembali Singgung Agama Atlet, Sebut Kemenangan Grace/Apri adalah Kemenangan Prularisme

"Kalau kelebihan bayarnya berulangkali, patut diduga itu modus korupsi," tulis Ade Armando dikutip dari twitter pribadinya, Sabtu (7/8/2021)

Sementara itu, rekan Ade yakni Denny Siregar juga membahas masalah kelebihan bayar itu di media sosialnya.

"Kalau melihat apa yang dilakukan @bpkri ke @DKIJakarta, sepertinya korupsi punya kosakata baru yang lebih sopan dan humanis.. Kalau gak boros, ya gagal bayar.. Sungguh terwelu.," tulis Denny Siregar, Jumat (6/8/2021), pukul 4.11 sore.

Pada postingan selanjutnya, Denny Siregar meralat cuitannya soal gagal bayar.

"Eh kelebihan bayar, bukan gagal bayar hahhaa," tulisnya di hari yang sama.

Berikut beberapa kelebihan bayar ataupun pemborosan di Jakarta, dikutip dari Tribun Timur:

1. Temuan BPK: kelebihan bayar proyek air limbah sebesar Rp 1,59 M.

BPK menemukan adanya kelebihan pembayaran atas dua Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik atau SPALD pada Sudin SDA Kabupaten Kepulauan Seribu senilai Rp1,59 Miliar. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved