Harimau Terpapar, Legislator Pertanyakan Pengawasan Terhadap Satwa-satwa di TM Ragunan
Yuke juga meminta kepada pihak pengelola untuk melakukan pengecekan satwa-satwa yang ada di sana. Dia khawatir, kasus Covid-19 menyebar ke satwa lain
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - DPRD DKI Jakarta mempertanyakan pengawasan yang dilakukan pihak Taman Marga Satwa Ragunan, Jakarta Selatan terkait dua harimau Sumatera yang sempat terpapar Covid-19.
Meski begitu, harimau bernama Hari (12) dan Tino (9) itu kini telah dinyatakan negatif Covid-19. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuke Yurike mengaku heran dengan peristiwa itu.
Pasalnya, selama PPKM Darurat hingga Level 4 berlaku, lokasi tersebut ditutup untuk pengunjung. Dia meminta kepada pihak pengelola agar mengetatkan protokol kesehatan (prokes) antarsatwa maupun petugas yang biasa memberikan pakan dan merawatnya.
Seperti rutin menjalani swab antigen untuk mengecek kondisi tubuh, termasuk wajib divaksin Covid-19. “Petugas juga harus pakai sarung tangan dan double masker saat memberikan makan atau merawatnya,” kata Yuke saat dihubungi pada Kamis (5/8/2021).
Baca juga: Suasana Haru Jenderal Andika Perkasa Besuk Letnan Saka Anak Brigjen Ricky Samuel yang Idap Kanker
Baca juga: BPK Temukan Pemborosan Pembelian Alat Rapid Test dan Masker oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta
Menurut Yuke, kasus Covid-19 ini membuktikan adanya protokol kesehatan (prokes) yang terlewatkan. Pihak Ragunan harus mengevaluasi tata cara merawat binatang sesuai prokes pencegahan Covid-19.
“Kalau kena berarti kan ada prokes yang terabaikan, dan tentunya kami harap tidak terjadi lagi sehingga prokes harus diperketat lagi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Yuke juga meminta kepada pihak pengelola untuk melakukan pengecekan kepada satwa-satwa yang ada di sana. Dia khawatir, kasus Covid-19 juga menyebar ke satwa lain di Ragunan
.“Harus dicek juga hewan lain karena di sana ada gajah, orang utan dan binatang lainnya,” ujar Yuke.
Sementara itu Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah menambahkan sekalipun Ragunan dibuka, pengunjung tidak akan berani berinteraksi atau berdekatan dengan harimau.
Kecuali, kata dia, para petugas yang biasa memberi pakan, merawatnya hingga membersihkan kandang.
“Saya belum mendapat info dari sana, tapi indikasi tertular memang dari petugas. Kalau ini benar terjadi, berarti petugasnya teledor,” kata Ida.
Baca juga: Buds Organics Hadirkan Produk Kesehatan Kulit Berbahan Organik Bagi Keluarga Indonesia
Baca juga: Longsor di Rumpin, Kabupaten Bogor Diprediksi Bakal Terjadi Lagi, Ini Permintaan Ade Yasin
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menduga, dua harimau Sumatera yang terkena Covid-19 tertular dari petugas.
Pasalnya orang yang paling sering berinteraksi dengan satwa tersebut adalah petugas. “Bisa saja, ada kemungkinan (dari petugas). Tapi kita tunggu saja hasil persisnya,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Kamis (5/8/2021).
Ariza mengatakan, saat ini kasus tersebut masih ditangani dokter hewan. Pemerintah daerah juga masih menunggu pendalaman yang dilakukan para dokter hewan. “Itu dalam pengecekan dokter yang lebih mengerti, jadi kita tunggu saja hasilnya,” ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/harimau-covid.jpg)