Minggu, 3 Mei 2026

Kabar Duka

Profil Surjadi Soedirja, Gubernur DKI yang Terkenal dengan Motto Jakarta Teguh Beriman

Berikut ini profil Surjadi Soedirdja yang pernah menjabat jadi Gubernur DKI Jakarta periode 1992-1997

Tayang:
ISTIMEWA
Gubernur DKI Jakarta periode 1992-1997 Soerjadi Soedirdja meninggal dunia, Selasa (3/8/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Periode 1992-1997, Surjadi Soedirdja meninggal dunia.

Letjen Purn H Surjadi Soedirja meninggal hari ini, Selasa (3/8/2021).

Lurah Cilandak Barat Agus Gunawan membenarkan kabar duka tersebut.

“Betul, sekarang lagi ramai di sini,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (3/8/2021).

Soerjadi meninggal di RS Mayapada karena sakit, pada pukul 10.35 WIB.

Berikut ini profil Surjadi Soedirdja (EYD: Suryadi Sudirja) (lahir di Batavia, 11 Oktober 1939; umur 81 tahun) adalah salah satu tokoh militer dan politikus Indonesia.

Soerjadi Soedirdja juga menjabat Gubernur DKI Jakarta periode 1992–1997.

Baca juga: BREAKING NEWS: GUBERNUR DKI Jakarta 1992-1997 Surjadi Soedirdja Meninggal Dunia

Pada masa kepemimpinannya, ia membuat proyek pembangunan rumah susun, menciptakan kawasan hijau, dan juga memperbanyak daerah resapan air.

Adapun proyek kereta api bawah tanah (subway) dan jalan susun tiga (triple decker) yang sempat didengung-dengungkan pada masanya belum terwujud.

Ia berhasil membebaskan jalan-jalan Jakarta dari angkutan becak, suatu program yang telah dimulai sejak gubernur sebelumnya (Bang Wi).

Di bidang transportasi misalnya, selain menuntaskan program gubernur sebelumnya dengan aturan larangan becak beroperasi di Ibu Kota karena menyebabkan kekumuhan dan keruwetan lalu lintas, ia mencetuskan subway sebagai transportasi kota modern dan membangun banyak fly over.

Tak hanya sektor transportasi, ia juga memberikan ide pembangunan hunian secara vertikal yaitu rumah susun (rusun) mengantisipasi keterbatasan lahan.

Salah satu rusun yang dibangun pada masa kepemimpinannya adalah Rusun Bendungan Hilir (Benhil).

Rusun Bendhil

Sementara untuk mengantisipasi ancaman banjir, Soerjadi Soedirdja menciptakan kawasan hijau dan memperbanyak daerah resapan air yang belakangan jumlahnya semakin menyusut.

Hal lain yang tak luput dari perhatiannya adalah karakter budaya Betawi yang mulai luntur pasca-Ali Sadikin.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved