Anies Sebut Penanganan Pandemi Covid-19 Bukan Hanya Bersifat Program Tapi Juga Gerakan
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan penanganan pandemi Covid-19 tidak melulu yang bersifat program tapi juga gerakan.
Penulis: Junianto Hamonangan |
WARTAKOTALIVE.COM, PADEMANGAN - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan penanganan pandemi Covid-19 tidak melulu yang bersifat program tapi juga gerakan.
Hal tersebut disampaikan Anies ketika meninjau tempat isolasi terkendali pasien Covid-19 di UBM Housing, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (3/8/2021).
“Pandemi juga memberikan kesempatan untuk mengabdi kepada kegiatan kemanusiaan karena itu kita menyaksikan selama pandemi penanganan dengan sifat gerakan bukan program,” ujar Anies.
Baca juga: Walau Pandemi Covid-19, Lippo Cikarang Raup Pendapatan Rp 655 Miliar pada Semester Pertama 2021
Menurut Anies, penanganan bersifat program yang artinya dikerjakan oleh pemerintah mulai dari unsur perencanaan, pembiayaan hingga evaluasi seluruhnya dilakukan pemerintah.
“Gerakan dimana seluruh komponen masyarakat terlibat turun tangan ikut ambil peran di bidangnya sesuai dengan potensinya masing-masing,” ucap Anies.
Anies pun mengapresiasi langkah AlfaCorp dalam menyiapkan tempat isolasi pasien Covid-19 untuk terlibat langsung penanganan pandemi Covid-19 dalam bentuk gerakan.
Baca juga: Walau Pandemi Covid-19, Lippo Cikarang Raup Pendapatan Rp 655 Miliar pada Semester Pertama 2021
“Begitu ada pandemi, turun tangan memberikan kembali ke masyarakat dalam bentuk pelayanan seperti ini,” sambung Anies.
Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Solihin mengatakan fasilitas tempat isolasi pasien Covid-19 itu cara untuk mendukung upaya pemerintah dalam penanganan Covid-19.
Tempat isolasi terkendali tersebut khusus bagi karyawan AlfaCorp di DKI Jakarta dan juga bisa digunakan oleh warga sekitar yang terkonfirmasi Covid-19 dengan tanpa gejala atau gejala ringan.
Baca juga: Presiden Jokowi Nilai PPKM Level 4 Berhasil Perbaiki Kondisi Pandemi di Indonesia
“Salah satu hal yang kini menjadi prioritas adalah menambah tempat isolasi pasien Covid-19,” ujar Solihin.
Adapun di UBM Housing terdapat 375 kamar dan setiap lantainya terdapat relawan yang bertugas memonitor pasien yang isolasi menjalin kerja sama dengan rumah sakit sebagai rujukan medis.
Operator medis juga telah disediakan baik tenaga medis dokter maupun perawat, pada mini klinik untuk observasi, tindakan medis awal pemberian obat dan vitamin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/gubernur-dki-di-ubm.jpg)