Breaking News:

Pandemi Covid 19

Menkes Dinilai Harus Meminta Maaf ke Rakyat Akibat Langkanya Obat Terapi Covid-19

Menkes Dinilai Harus Meminta Maaf ke Rakyat Akibat Langkanya Obat Terapi Covid-19. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw | Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
tribunnews.com
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, seharusnya meminta maaf ke rakyat terkait kurangnya alat kesehatan di rumah sakit serta langkanya obat untuk penanganan pasien COVID 19 di apotik.

“Menkes sebaiknya mengevaluasi kinerjanya dan turun ke lapangan. Untuk kasus habisnya obat untuk penanganan COVID 19, ia harus minta maaf ke rakyat,” kata eks Kepala Sekretariat Direktorat Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN ) Jokowi, Jay Octa, di Jakarta, Rabu (28/7).

Sebelumnya pada 23 Juli lalu, Presiden Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke apotik di Bogor, Jawa Barat. Mantan Walikta Solo itu mengecek ketersediaan beberapa obat terapi Covid-19, misalnya antivirus Oseltavimir. Ternyata stok obat tersebut kosong.

“Di apotik yang berjarak sekitra 15 menit dari kediaman Presiden saja obat(untuk pasien COVID 19) tidak ada. Bagaimana dengan yang di daerah – daerah,” ujar Jay.

Baca juga: Bambang Pamungkas Diminta Majelis Hakim Lakukan Tes DNA Atas Gugatan Istri Sirinya Amalia Fujiawati

Dia menegaskan, Menteri Kesehatan seharusnya bisa menterjemahkan apa yang dimaui Presiden Joko Widodo. Bukan malahan Presiden yang harus sampai memantau stok obat di level apotik.

“Menteri itu pembantu Presiden, jangan hanya memonitor kondisi lapangan secara virtual, melalui zoom saja. Datangi Rumah sakit, dan apotik – apotik. Tidak etis Presiden harus turun jauh kebawah, sedangkan itu kan tanggung jawab Menteri Kesehatan,” tambah Jay.

Soal tingginya angka kematian karena COVID 19 di Indonesia belakangan ini, menurut Jay Octa, tak bisa dilepaskan dari peran Kementerian Kesehatan.

Data menunjukkan selama dua pekan terakhir, kasus kematian akibat COVID19 di Indonesia terus berada di atas 1.000 kasus. Hari ini jumlah pasien yang meninggal sebanyak 1893 orang sehinggga total kematian sejak awal pandemi Maret tahun lalu, mencapai 90 552 orang.

“Tingkat kematian murni tanggung jawab Kemenkes sebagai leading sector penanganan teknis. Menkes jangan cuci tangan mencari kambing hitam, “ kata Jay.

Kemenkes, tambah Jay, juga mesti memberi perhatian lebih pada pasien COVID19 yang melakukan isolasi mandiri. “Karena banyak dari mereka yang melakukan isoman yang akhirnya tak tertolong,” katanya.

Baca juga: Sore Ini, Ahsan/Hendra Memperebutkan Medali Perunggu Lawan Wakil Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved