Breaking News:

Penyaluran BST

Sidak Pembagian BST di Tangerang, Mensos Risma Terkejut Ada Penerima Bansos Dimintai Uang Kresek

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan sidak kepada masyarakat yang menerima Bantuan Sosial Tunai (BST)

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Dedy
Dok. Humas Kemensos
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan sidak kepada masyarakat yang menerima Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako di RT 03/RW 03 Kota Tangerang. (FOTO ILUSTRASI) 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG --- Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan sidak kepada masyarakat yang menerima Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako di RT 03/RW 03 Kota Tangerang.

Sidak tersebut dilakukan Risma sesuai sengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk mempercepat penyaluran Bantuan Sosial (bansos) bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 dan juga seiring diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Salah seorang warga yang menerima BPNT, Ariyanih mengaku dimintai uang kresek oleh pihak terkait yang memberikannya bansos dari Mensos tersebut.

"Seharusnya ibu tidak mau dimintai uang kantong kresek atau apa pun namanya oleh pihak tertentu, sebab hak ibu penuh dan tanpa pemotongan sedikit pun. Ibu jangan takut saya jamin ya, jadi tulis surat soal ini kepada saya," ujar Tri Rismaharini saat melakukan sidak, Rabu(28/7/2021).

Hal serupa dirasakan oleh Maryanih, yang juga menerima BPNT tapi harga barang komponen yang diterima tidak sesuai atau tidak genap Rp 200 ribu per bulan.

"Tadi sudah dihitung oleh Bapak yang dari Satgas Pangan/Mabes Polri harga dari komponen yang diterima hanya Rp 177 ribu dari yang seharusnya 200 ribu jadi ada Rp 23 ribu. Coba bayangkan Rp 23 ribu dikali 18,8 juta," tambah Risma.

Para penerima BST, BPNT/Program Sembako dan PKH diminta membantu pemerintah agar bantuan bisa sampai kepada penerima manfaat dan tidak ada tindak pemotongan oleh pihak siapapun.

"Tolong bantu kami untuk mengetahui apakah ada pemotongan atau tidak, kalau gini-gini terus tidak bisa selesai urusannya dan kapan warga mau bisa sejahtera," kata Risma.

Sebelumnya, Mensos menemui dan berdialog dengan warga yang sedang antri pencairan BST dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) di Jalan H Diran RT 08/RW 01, Gg Rawa 1, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Tercatat ada 110 warga penerima bansos yang sedang mengantri pencairan BST tersebut.

"Kita harus berusaha agar berdaya dan tidak selamanya menjadi penerima bansos. Misalnya di Kota Surabaya itu ada namanya kampung kue dan kampung lontong yang memang fokus membuat kue dan lontong," jelasnya.

Tidak hanya itu, Mensos pun memotivasi agar penerima bansos mau berubah melalui program kewirausahaan seperti beternak ayam dan memelihara ayam petelur.

"Saya selalu semangat memotivasi masyarakat agar mau berubah melalui program usaha produktif di antaranya beternak ayam maupun memelihara ayam petelur yang hasilnya bisa untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga," tutup Mensos Tri Rismaharini.

Baca juga: Tidak Ada Rasa Peduli Bantu Warga Sedang Isolasi Mandiri, Mensos Risma: Satu Warung Bisa Tertular

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved